142 Negara dukung Palestina merdeka, akar konflik Israel sejak 1947 kembali jadi sorotan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 13 September 2025 | 16:58 WIB
Sebanyak 142 negara mendukung resolusi yang menyerukan solusi dua negara untuk Palestina dan Israel, pada Jumat, 12 September 2025 (X.com/@Emre)
Sebanyak 142 negara mendukung resolusi yang menyerukan solusi dua negara untuk Palestina dan Israel, pada Jumat, 12 September 2025 (X.com/@Emre)

Baca Juga: Charlie Kirk tewas ditembak saat debat kampus, tambah daftar panjang korban kekerasan politik di AS

Sejak itu, konflik terus berlanjut. Israel memperluas pendudukan ke Tepi Barat, Gaza, dan Yerusalem Timur, serta membangun permukiman ilegal yang memperkeruh situasi.

Hamas dan konflik modern

Hamas lahir pada akhir 1980-an sebagai respons terhadap pendudukan dan blokade Israel di Gaza.

Bagi sebagian rakyat Palestina, Hamas adalah simbol perlawanan. Namun, strategi militernya sering menuai kritik internasional.

Ketegangan memuncak pada 7 Oktober 2023 ketika Hamas melancarkan serangan yang menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel.

Baca Juga: Bupati Subang tegaskan pembangunan harus merata, perbatasan jadi wajah daerah

Israel lalu membalas dengan serangan besar-besaran ke Gaza, menimbulkan korban sipil dalam jumlah jauh lebih besar.

Krisis kemanusiaan di Gaza

Hingga 2025, data Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 64.000 warga Palestina tewas, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Jutaan orang kehilangan tempat tinggal, sementara PBB menyebut Gaza kini terancam kelaparan masif.

Resolusi terbaru PBB menyoroti blokade dan serangan Israel yang menciptakan 'bencana kemanusiaan' serta menyerukan pembentukan misi internasional untuk melindungi warga sipil.

Baca Juga: Prabowo setujui pembentukan tim investigasi independen untuk usut demo Agustus 2025

Menuju Palestina merdeka?

Sejarah panjang sejak 1947 menunjukkan bahwa akar konflik tidak lepas dari ketidakadilan awal pembagian wilayah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X