Charlie Kirk tewas ditembak saat debat kampus, tambah daftar panjang korban kekerasan politik di AS

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 12 September 2025 | 23:58 WIB
Charlie Kirk, tokoh aktivis asal Amerika Serikat yang tewas terbunuh dalam kasus penembakan di Utah, AS (X.com/@DivineLovesus)
Charlie Kirk, tokoh aktivis asal Amerika Serikat yang tewas terbunuh dalam kasus penembakan di Utah, AS (X.com/@DivineLovesus)

GENMILENIAL.ID – Aktivis sayap kanan Amerika Serikat (AS), Charlie Kirk, tewas ditembak saat memimpin debat terbuka bertajuk 'Prove Me Wrong' di Universitas Utah Valley, Rabu 10 September 2025 waktu setempat.

Pendiri organisasi konservatif Turning Point USA itu meninggal pada usia 31 tahun.

Pelaku disebut menggunakan senapan bolt-action bertenaga tinggi dari atap gedung dekat lokasi acara.

Baca Juga: Bupati Subang tegaskan pembangunan harus merata, perbatasan jadi wajah daerah

Setelah melepaskan tembakan, pelaku melompat turun dan kabur menuju permukiman sekitar. Polisi kini memburu jejaknya melalui kamera keamanan warga.

Komisaris Keamanan Publik Utah, Mason, menegaskan pihaknya memiliki rekaman jelas pergerakan pelaku sebelum dan sesudah penembakan.

“Kami mencari seseorang yang memilih melanggar hak kita, melanggar hak seorang warga negara di negeri ini,” ujarnya.

Kematian Kirk memicu gelombang kecaman luas, baik dari Partai Demokrat maupun Republik, yang sama-sama menolak kekerasan politik sebagai jalan penyelesaian perbedaan pandangan.

Baca Juga: Prabowo setujui pembentukan tim investigasi independen untuk usut demo Agustus 2025

Kirk kini menambah daftar panjang tokoh publik AS yang menjadi korban kekerasan politik dalam 15 tahun terakhir. Beberapa di antaranya:

  • Melissa Hortman (2025): Anggota DPR Minnesota ditembak mati bersama suaminya oleh pelaku bersenjata yang membawa manifesto politik.
  • Donald Trump (2024): Presiden AS pernah jadi target percobaan pembunuhan saat kampanye di Pennsylvania, menewaskan satu orang. Ia juga hampir diserang di Florida, tetapi digagalkan agen rahasia.
  • Steve Scalise (2017): Anggota DPR Partai Republik ditembak saat latihan bisbol amal, mengalami luka serius.

Baca Juga: AHY dukung tim investigasi independen, sebut bisa cegah hoaks dan teori konspirasi

  • Gabrielle Giffords (2011): Anggota DPR ditembak dalam acara publik di Arizona, menewaskan enam orang, meski Giffords selamat.

Rangkaian peristiwa ini kembali menyoroti polarisasi politik yang makin tajam dan akses mudah terhadap senjata api di AS, yang terus memperbesar risiko kekerasan politik.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X