Tak hanya itu, ia juga mengkritik peran kelompok Hamas yang dianggap menjadi penghalang proses damai, serta menekankan bahwa kelompok tersebut tidak boleh dilibatkan dalam struktur pemerintahan Palestina ke depan.
Baca Juga: Aisar Khaled beri kalung emas dan boneka untuk Moana, sampaikan pesan menyentuh di ultah Ria Ricis
“Pengakuan ini bukan tanpa syarat. Hamas harus menepati komitmen demiliterisasi dan tidak mengambil peran dalam pemerintahan,” ujar Carney.
Ia juga mengingatkan pentingnya pemilu Palestina yang dijanjikan Presiden Mahmoud Abbas digelar pada 2026, sebagai jalan menuju legitimasi politik yang sah.
Tekanan terhadap Israel meningkat
Dengan pernyataan ini, Kanada resmi masuk dalam jajaran negara Barat yang mulai kehilangan kesabaran terhadap Israel, dan memilih jalan pengakuan unilateral demi mendorong solusi dua negara yang selama ini mandek.
Langkah ini diyakini akan menambah tekanan internasional terhadap Tel Aviv, sekaligus memberi sinyal bahwa kekuatan global kini lebih aktif mendesak penyelesaian konflik Palestina-Israel secara adil.***
Artikel Terkait
Tinggalkan industri hiburan tanah air, Tengku Firmansyah ngelas besi di Kanada
Bantuan dari USAID berdampak pada Indonesia, Pemerintah Kanada siap untuk menjadi mitra
Bupati Subang tegaskan dukungan total untuk Palestina: Subang tidak diam!
Emak-emak militan dari Bandung turut ramaikan Aksi Bela Palestina di Subang
Ayam goreng Saudi ALMAZ resmi dibuka di Subang, serap tenaga kerja lokal dan sisihkan laba untuk Palestina
Netanyahu keracunan makanan, jalani pemulihan di tengah sorotan global soal agresi ke Palestina
Bangkitkan empati untuk Palestina, Assyifa Peduli ajak yatim nobar film Hayya di puncak Muharram Festival