Di Kongres PSI, Prabowo sebut ajakan 'Kabur Aja Dulu' sebagai rekayasa yang dibiayai koruptor

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Senin, 21 Juli 2025 | 18:50 WIB
Presiden Prabowo saat hadiri penutupan Kongres PSI 2025 di Solo, Jawa Tengah pada Minggu, 20 Juli 2025 (Tangkapan layar YouTube PSI)
Presiden Prabowo saat hadiri penutupan Kongres PSI 2025 di Solo, Jawa Tengah pada Minggu, 20 Juli 2025 (Tangkapan layar YouTube PSI)

GENMILENIAL.ID — Presiden Prabowo Subianto menyinggung ajakan ‘Kabur Aja Dulu’ yang ramai dibicarakan di media sosial sebagai bagian dari rekayasa yang dibiayai oleh para koruptor.

Hal itu disampaikan dalam pidato penutupan Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Solo, Minggu malam, 20 Juli 2025.

Menurut Prabowo, teknologi digital saat ini kerap dimanfaatkan untuk menciptakan kegaduhan politik dan menyebarkan pesimisme di tengah masyarakat.

Baca Juga: 6 Klub malam batalkan penampilan DJ Panda, Netizen: Respect!

Ia menyebutkan bahwa masyarakat Indonesia saat ini sudah melek teknologi dan mampu menilai mana pemimpin yang tulus dan mana yang hanya membuat keruh suasana.

“Memang ada usaha menggunakan teknologi, uang, sosmed, membayar pakar-pakar nyinyir, menghidupkan pesimisme. Saya geleng-geleng kepala,” ujar Prabowo.

Ia juga menyinggung narasi pesimistik yang mendorong warga untuk meninggalkan Indonesia. Menurutnya, ajakan tersebut justru datang dari pihak-pihak yang ingin bangsa ini terus gaduh dan miskin.

Baca Juga: Wabup Garut ungkap permintaan maaf lewat surat terbuka, matikan kolom komentar usai kerusuhan pesta rakyat

“Ternyata memang ini adalah rekayasa, ini dibuat-buat, ini dibayar oleh mereka-mereka yang ingin Indonesia selalu gaduh. Koruptor-koruptor itu yang biayai demo-demo itu,” tegasnya.

Prabowo memuji langkah PSI yang dinilainya berani melakukan terobosan dengan memanfaatkan teknologi secara positif, serta menekankan pentingnya membangun optimisme dalam menghadapi masa depan.

Kongres PSI 2025 menjadi panggung bagi partai yang mayoritas kadernya anak muda itu untuk menyuarakan dukungan terhadap pemerintahan dan agenda-agenda strategis nasional.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X