“Penyebab kematian karena saluran pernapasan tersumbat air bercampur pasir. Luka-luka di kepala bukan karena kekerasan, tapi akibat benturan saat tenggelam,” jelas Kasat Reskrim Polres Subang, AKP Bagus Panuntun, dalam keterangannya, Senin, 30 Juni 2025.
Polisi masih dalami unsur kelalaian
Meski hasil awal menunjukkan kematian karena tenggelam secara tidak disengaja, polisi tetap melakukan pendalaman terhadap pihak-pihak yang terakhir berinteraksi dengan korban.
Baca Juga: Windy Maelani juara 1 Taekwondo Junior Putri tingkat SMA, targetkan lolos PORDA
“Kami masih kumpulkan keterangan tambahan untuk memastikan tidak ada unsur kelalaian atau faktor lain yang menyebabkan kejadian ini,” ujar AKP Bagus.
Polres Subang juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap penyintas gangguan mental di lingkungan masing-masing.***
Artikel Terkait
Bagaimana polisi bisa menemukan potongan jasad korban mutilasi Uswatun Khasanah di 3 kota berbeda?
Polres Subang ungkap kasus pembunuhan berencana di kebun mangga, tersangka sakit hati dihina korban
Keluarga korban pembunuhan di kebun mangga minta pelaku dihukum berat
Keluarga korban apresiasi kinerja Polres Subang dalam ungkap kasus pembunuhan
Bos Sawit di Inhu diduga dibunuh pegawai sendiri, jasad belum ditemukan di Sungai Kuantan
Naik sepeda dari Brebes demi temui Kang Dedi Mulyadi, remaja yatim piatu ini diamankan Kapolsek Pagaden
Perempuan ditemukan tewas di saluran irigasi belakang rumah makan di Pagaden, diduga korban penganiayaan