Bupati Subang soroti pentingnya respons cepat atas aduan masyarakat dalam Forum Konsultasi Publik

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 17 Juni 2025 | 17:25 WIB
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita BR berikan sambutan pada pembukaan Forum Konsultasi Publik di di Aula Pemda Subang, Selasa, 17 Juni 2025 (Dok. Istimewa )
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita BR berikan sambutan pada pembukaan Forum Konsultasi Publik di di Aula Pemda Subang, Selasa, 17 Juni 2025 (Dok. Istimewa )

GENMILENIAL.IDBupati Subang Reynaldy Putra Andita BR menegaskan pentingnya sistem pelayanan publik yang responsif terhadap pengaduan masyarakat sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan administrasi kependudukan.

Hal itu disampaikan saat membuka Forum Konsultasi Publik bertema 'Pemanfaatan Pengaduan Masyarakat dalam Peningkatan Kualitas Layanan Administrasi Kependudukan' di Aula Pemda Subang, Selasa, 17 Juni 2025.

Acara ini dihadiri pula oleh Wakil Bupati H. Agus Masykur Rosyadi, Deputi Pelayanan Publik KemenPANRB Otok Kuswandaru, serta Anggota Komisi II DPR RI Ateng Sutisna.

Dalam sambutannya, Kang Rey sapaan akrab Bupati Subang menggarisbawahi bahwa layanan publik harus berpihak pada masyarakat, dan pengaduan merupakan instrumen penting untuk evaluasi dan inovasi.

Baca Juga: Lebih dari 72 ribu jemaah haji Indonesia alami gangguan kesehatan, ISPA jadi kasus terbanyak

“Setiap malam jam 7, kepala dinas deg-degan karena saya cek langsung aduan masyarakat dari media sosial. Minggu lalu ada 145 laporan, 79 sudah selesai. Kalau belum, saya tegur langsung saat briefing,” ungkapnya.

Kang Rey juga mencontohkan pelantikan pejabat di lokasi jalan rusak sebagai simbol agar ASN lebih peka terhadap realitas lapangan.

“Pengaduan bukan beban, tapi bahan evaluasi. Kita harus gesit merespons. Pelayanan yang baik itu cepat, sederhana, dan bisa diakses langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengumumkan bahwa mulai Agustus 2025, layanan administrasi seperti KTP dan KK akan dilimpahkan ke kecamatan agar lebih mudah dijangkau.

Baca Juga: Trump sebut Iran bukan tandingan Israel di tengah perang berkecamuk di Timur Tengah

Sementara itu, Deputi Pelayanan Publik KemenPANRB Otok Kuswandaru menegaskan bahwa pelayanan publik adalah bentuk nyata kehadiran negara yang harus dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Responsif itu bukan hanya menjawab keluhan, tapi membaca kebutuhan masyarakat sebelum mereka bicara,” ujar Otok.

Ia menyampaikan tiga arah strategis pelayanan publik nasional: inovasi berbasis pengguna, percepatan digitalisasi layanan, serta penguatan omni-channel layanan terintegrasi daring dan luring yang konsisten dan ramah pengguna.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan buku Top Inovasi, pemberian cinderamata, dan keynote speech oleh Ateng Sutisna dari Komisi II DPR RI.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X