Menag Nasaruddin Umar bantah isu pengurangan 50 persen kuota haji 2026: Tidak pernah ada pembahasan itu

photo author
- Minggu, 15 Juni 2025 | 22:05 WIB
Momen Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menyapa jemaah haji Indonesia menjelang kepulangan ke Tanah Air (Instagram/kemenag_ri)
Momen Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menyapa jemaah haji Indonesia menjelang kepulangan ke Tanah Air (Instagram/kemenag_ri)

GENMILENIAL.ID - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menanggapi isu yang tengah ramai diperbincangkan publik terkait wacana pemangkasan 50 persen kuota haji Indonesia pada tahun 2026 oleh Pemerintah Arab Saudi.

Menag menegaskan bahwa hingga kini tidak pernah ada pembahasan resmi antara pemerintah Indonesia dan otoritas Saudi mengenai pengurangan kuota haji tersebut.

“Saya tidak pernah mendengarkan isu itu, beberapa kali kami rapat, tidak pernah ada pembahasan seperti itu,” ujar Nasaruddin di Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz, Madinah dikutip dari laman resmi Kemenag, Minggu, 15 Juni 2025.

Baca Juga: Soal katering telat, BPKH Limited beri kompensasi kepada 20 ribu jemaah haji Indonesia dengan dua skema pembayaran

Nasaruddin menegaskan bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan Arab Saudi, khususnya dalam penyelenggaraan ibadah haji, tetap terjalin baik dan profesional.

“Hubungan kita dengan pemerintah Saudi Arabia sangat baik, memang ada kekurangan, tapi semua negara juga punya kelemahan. Tidak ada yang sempurna,” lanjutnya.

Sebelumnya, isu wacana pemangkasan kuota haji muncul dari pernyataan Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), Dahnil Anzar Simanjuntak.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Dahnil menyebut bahwa Pemerintah Arab Saudi sempat menyampaikan kekhawatiran terhadap penyelenggaraan haji Indonesia yang dinilai 'agak buruk' tahun ini.

Baca Juga: Jatuhnya pesawat Boeing di Ahmedabad tambah daftar panjang insiden fatal penerbangan India

Dahnil mengungkapkan bahwa wacana pemotongan kuota hingga 50 persen sempat disampaikan dalam pertemuan antara Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dengan Kepala BP Haji, Mochammad Irfan Yusuf.

“Dalam pertemuan itu muncul wacana, dan itu yang membuat kami agak kaget,” kata Dahnil.

Namun, setelah dilakukan negosiasi dan diskusi lebih lanjut, pihak Saudi disebut membatalkan wacana tersebut.

Hal ini karena tahun depan, pengelolaan haji Indonesia akan dilakukan oleh lembaga baru setingkat kementerian, yaitu BP Haji, menggantikan peran Kementerian Agama.

Baca Juga: Saham Boeing langsung anjlok usai insiden jatuhnya pesawat Air India di Ahmedabad

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X