GENMILENIAL.ID - Gelombang unjuk rasa besar-besaran yang berujung kerusuhan melanda Los Angeles (LA), Amerika Serikat, sejak Sabtu, 7 Juni 2025.
Aksi tersebut dipicu kebijakan Presiden Donald Trump terkait razia migran yang dilakukan oleh petugas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) di wilayah tersebut.
Ribuan migran turun ke jalan memprotes kebijakan itu. Mereka menilai tindakan razia tidak manusiawi dan menyebabkan keresahan massal di komunitas migran, khususnya di Los Angeles yang dikenal sebagai salah satu wilayah dengan populasi migran terbesar di AS.
Kerusuhan mulai pecah ketika aparat kepolisian berupaya membubarkan massa.
Baca Juga: DEFEND ID tampilkan sinergi pertahanan nasional di Indo Defence 2024
Situasi makin memanas setelah Trump memerintahkan pengerahan sedikitnya 2.000 personel keamanan dari Kepolisian LA dan Pasukan Garda Nasional.
Kebijakan tersebut langsung mendapat kritik tajam dari Gubernur California, Gavin Newsom.
Ia menilai pengerahan Garda Nasional oleh pemerintah pusat sebagai pelanggaran serius terhadap kewenangan negara bagian.
“Saya secara resmi meminta Pemerintahan Trump membatalkan pengerahan pasukan yang melanggar hukum di daerah Los Angeles dan mengembalikan area ini ke komando saya,” tegas Newsom dalam unggahan di laman X, dikutip Selasa, 10 Juni 2025.
Baca Juga: Ash Shiddiq Tours kurban satu sapi dan satu domba, bagikan daging ke karyawan dan masyarakat sekitar
Dalam surat resminya kepada pemerintah federal, Newsom menyebut langkah Trump sebagai bentuk intervensi yang memperkeruh situasi.
Ia mendesak agar kendali penuh atas Garda Nasional dikembalikan kepada pemerintah negara bagian California.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi di beberapa titik di Los Angeles masih mencekam, dengan aparat keamanan berjaga di pusat-pusat kerusuhan.
Pemerintah daerah juga mengimbau warga untuk tetap berada di rumah dan menghindari lokasi unjuk rasa.***
Artikel Terkait
Isu keretakan dengan Trump mencuat, Netanyahu tegaskan hubungan AS-Israel tetap solid
Pemerintahan Trump larang Harvard terima mahasiswa asing, ijazah dan visa terancam
ESAI: Setelah kunjungan Trump ke Timur Tengah
Hakim AS blokir sementara rencana pemerintahan Trump batasi mahasiswa asing di Harvard
Elon Musk mundur dari Pemerintahan Trump, klarifikasi soal mata lebam yang picu spekulasi
Putusan pengadilan batalkan tarif Trump, Gedung Putih ajukan banding
Elon Musk dukung pemakzulan Donald Trump, ketegangan dua tokoh AS makin memanas