Dedi Mulyadi tanggapi pekerja tambang Gunung Kuda: Kalian nangis kehilangan kerja, orang lain kehilangan nyawa

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 2 Juni 2025 | 19:05 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (YouTube.com/KDM Channel)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (YouTube.com/KDM Channel)

GENMILENIAL.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan tanggapan tegas kepada sejumlah pekerja tambang yang memprotes pencabutan izin usaha pertambangan (IUP) pasca-insiden longsor di Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.

Dalam video yang tayang di kanal YouTube KDM Channel pada Senin, 2 Juni 2025, Dedi didatangi oleh para pekerja tambang yang mengeluhkan kehilangan pekerjaan setelah izin tambang dicabut.

"Pak, kami sebagai kuli tambang," ujar salah satu dari mereka kepada Dedi.

Baca Juga: Baznas Jabar bantah tuntas tuduhan korupsi Rp11 miliar, audit resmi: Tidak terbukti

Menanggapi hal itu, Dedi mengatakan bahwa saat ini prioritas pemerintah adalah menyelesaikan persoalan utama, yakni insiden longsor yang telah menewaskan 19 orang dan masih menyisakan 6 korban yang belum ditemukan.

"Kan musibah. Kalau sekarang, saya harus menyelesaikan yang besar dulu," ucap Dedi.

Dedi menegaskan bahwa kehilangan pekerjaan masih bisa dicari gantinya, berbeda dengan kehilangan nyawa.

Ia menyarankan para pekerja untuk mencari pekerjaan lain yang sesuai dengan kemampuan mereka.

Baca Juga: Jelang Indonesia vs China di GBK, Jay Idzes: Tim tetap solid meski banyak yang absen

"Bapak nangis karena kehilangan pekerjaan, orang lain nangis karena kehilangan nyawa, Pak," katanya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa masih banyak jenis pekerjaan lain yang bisa dijalani, seperti buruh bangunan, tenaga kebersihan, atau pekerjaan kasar lainnya.

Seorang pekerja tambang kemudian menyatakan bahwa mereka membutuhkan pekerjaan demi memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

"Iya, buat makan. Tapi kalau meninggal mau apa? Kan kuli dapatnya berapa di pertambangan. Saya dulu udah tanya satu-satu, Rp100 ribu, Rp150 ribu," timpal Dedi.

Baca Juga: Peringati harlah Pancasila 2025, Seskab Teddy ajak bangsa kembali ke jati diri Indonesia

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X