Kebebasan pers di Indonesia semakin memburuk, AJI desak perlindungan yang lebih kuat

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 6 Mei 2025 | 12:54 WIB
Aksi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) pada Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia (World Press Freedom Day/WPFD), Sabtu 3 Mei 2025 (Aji.or.id)
Aksi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) pada Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia (World Press Freedom Day/WPFD), Sabtu 3 Mei 2025 (Aji.or.id)

GENMILENIAL.ID – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menyoroti penurunan signifikan terhadap kebebasan pers di Indonesia pada Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia (World Press Freedom Day/WPFD) yang diperingati pada Sabtu, 3 Mei 2025.

AJI mengingatkan bahwa serangan terhadap kebebasan pers terus meningkat, salah satunya dengan adanya kekerasan terhadap jurnalis yang terjadi saat peliputan aksi Hari Buruh 1 Mei kemarin.

“Serangan terhadap kebebasan pers terus meningkat. Yang terakhir, bahkan saat meliput aksi Hari Buruh 1 Mei kemarin, sejumlah jurnalis di beberapa daerah yang tengah melaksanakan tugas jurnalistiknya juga mengalami serangan,” ujar Nany Afrida, Ketua Umum AJI Indonesia, seperti yang dikutip dari web resmi AJI.

Baca Juga: Mengenal AJI: Organisasi jurnalis independen yang konsisten kawal kebebasan pers

Tercatat, AJI Indonesia hingga 3 Mei 2025, telah mendokumentasikan 38 kasus kekerasan terhadap jurnalis, dengan dua kasus di bulan Mei dan delapan kasus di bulan April 2025.

Data ini mencatatkan puncak tertinggi pada bulan Maret dengan 14 kasus. Dalam sebuah studi pada Maret 2025, AJI menemukan bahwa 75,1 persen jurnalis Indonesia pernah mengalami kekerasan, baik fisik maupun digital.

"Kebebasan pers di Indonesia terus memburuk dan masa depan jurnalisme independen makin mencemaskan," ujar Nany Afrida

Keadaan ini, menurutnya, semakin diperparah oleh lemahnya perlindungan terhadap kebebasan pers di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka, yang menyebabkan maraknya intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis.

Baca Juga: Tabiat buruk Baim Wong dibongkar mantan rekan kerja, sebut Paula Verhoeven korban cara licik sang artis demi keuntungan pribadi

Penurunan ini juga tercermin dalam laporan terbaru dari Reporters Without Borders (RSF) yang merilis World Press Freedom Index 2025. Indonesia terjun ke posisi 127 dari 180 negara, menurun drastis dari posisi 111 pada tahun 2024 dan posisi 108 pada tahun 2023.

“AJI percaya bahwa jurnalis adalah benteng kokoh bagi demokrasi yang sehat. Di tengah krisis demokrasi yang melanda Indonesia, Hari Kebebasan Pers Dunia bukan sekadar peringatan, namun seruan untuk memperkuat solidaritas, bersatu untuk melawan represi, menciptakan jurnalisme yang bermutu, dan terus berpihak pada kepentingan publik," ujar Nany.

Seiring dengan tantangan besar ini, AJI juga menggelar aksi dan diskusi di 34 kota di seluruh Indonesia.

Salah satu isu yang disoroti adalah semakin meluasnya pemutusan hubungan kerja (PHK) dan semakin terbatasnya kesempatan kerja bagi jurnalis, yang berpotensi menurunkan kualitas informasi yang diterima publik.

Baca Juga: Update tarif resiprokal Trump: Terapkan tarif 100 persen untuk semua film yang diproduksi di luar AS

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Sumber: aji.or.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X