“Dia tarik talinya, terus pakai stetoskop, tapi benar-benar lama, nggak seperti biasanya dokter periksa. Aku mulai nggak nyaman, tapi dokter itu bilang, ‘Sebentar saya lagi cek jantungnya’,” katanya.
Puncaknya, Qorry mengaku dokter itu mengarahkan kamera ponselnya ke tubuhnya. Ketika ditanya, jawabannya justru makin menimbulkan kecurigaan.
“Ngapain, dok?” tanyanya. Dokter YA menjawab, “Sebentar saya lagi balas WA teman saya. Aku yakin dia bukan balas WA, tapi ambil foto atau video,” tutur Qorry.
Perasaan tidak nyaman membuatnya akhirnya mengusir dokter itu dengan halus.
Namun pengalaman itu membekas dalam, dan trauma yang dialaminya terbawa hingga tiga tahun.
Ia bahkan sempat ragu untuk bercerita, karena suster di rumah sakit menyatakan bahwa dokter YA dikenal baik.
“Aku cuma bilang, ‘Sus, dokter Y orangnya emang kayak gitu?’ Suster jawab, ‘Gitu gimana kak? Dokter Y setahu saya sih baik’. Jadinya aku nggak jadi cerita,” ujarnya.
Kini, setelah kisahnya ramai diperbincangkan, Qorry berharap perempuan lain lebih berani bersuara.
“Buat kalian semua terutama cewek-cewek, aku mohon kalau udah rasa ada yang nggak beres, LAWAN! Jangan takut kayak aku. Jujur ngetik ini aja gemeteran,” tulisnya dengan penuh emosi.***
Artikel Terkait
Ingar dugaan dokter obgyn lecehkan pasien di Garut, Dedi Mulyadi ke IDI: Cabut izin, jangan lama
Fakta baru kasus pelecehan seksual dokter kandungan di Garut, korban tak hanya pasien tapi juga perawat dan bidan
Jumlah korban 2 orang, dokter kandungan yang diduga lakukan pelecehan seksual di Garut ditangkap polisi
Pihak klinik akui sempat ada keluhan dari pasien, ungkap dokter kandungan yang viral sudah berhenti praktik
Aksi cabul dokter kandungan yang viral terjadi bukan pada tahun 2025, kini sudah dilarang praktik di seluruh wilayah Garut
Berkaca dari kasus dokter obgyn yang lecehkan ibu hamil, mengapa dokter kandungan malah didominasi laki-laki?
Dilecehkan oleh dokter saat rawat inap sendiri di RS Swasta Malang, korban lakukan tindakan tegas