Lebih dari itu, pihak kuasa hukum juga menyoroti dampak psikologis yang berat dialami oleh korban.
Selama tiga tahun, korban mengalami tekanan mental karena tidak tahu harus berbicara ke siapa dan bagaimana caranya.
“Selama ini dia (terduga korban, red) cukup tersiksa secara batin, jadi kerugian mental, ya. Bayangkan bagaimana rasanya mengalami apa yang dialami korban selama tiga tahun memendam takut untuk speak up, secara mental terguncang,” tambah Satria.
Fakta bahwa data dokter YA sudah tidak lagi muncul di laman rumah sakit yang bersangkutan juga memicu tanda tanya.
Baca Juga: Dapat aduan kekerasan dari pemain sirkus di Taman Safari, Kementerian HAM lakukan langkah ini
“Data dokter praktek di RS tsb sejak kemarin sore sudah hilang dari google, entah kenapa,” kata Qorry dalam unggahannya.
Meski demikian, pihak rumah sakit belum memberi penjelasan mengenai kasus yang baru viral Rabu sore lalu.***
Artikel Terkait
Kemenkes tindak tegas dokter kandungan yang diduga lakukan pelecehan seksual di Garut, STR bakal dinonaktifkan sementara
Ingar dugaan dokter obgyn lecehkan pasien di Garut, Dedi Mulyadi ke IDI: Cabut izin, jangan lama
Fakta baru kasus pelecehan seksual dokter kandungan di Garut, korban tak hanya pasien tapi juga perawat dan bidan
Jumlah korban 2 orang, dokter kandungan yang diduga lakukan pelecehan seksual di Garut ditangkap polisi
Pihak klinik akui sempat ada keluhan dari pasien, ungkap dokter kandungan yang viral sudah berhenti praktik
Aksi cabul dokter kandungan yang viral terjadi bukan pada tahun 2025, kini sudah dilarang praktik di seluruh wilayah Garut
Berkaca dari kasus dokter obgyn yang lecehkan ibu hamil, mengapa dokter kandungan malah didominasi laki-laki?