Berkaca dari kasus dokter obgyn yang lecehkan ibu hamil, mengapa dokter kandungan malah didominasi laki-laki?

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Minggu, 20 April 2025 | 22:16 WIB
Ilustrasi dokter obgyn didominasi laki-laki (Freepik/Freepik)
Ilustrasi dokter obgyn didominasi laki-laki (Freepik/Freepik)

Menariknya, persepsi tentang kenyamanan berinteraksi dengan pasien juga turut memengaruhi dinamika ini.

Baca Juga: Ikut berduka, Desta Mahendra kenang 33 tahun persahabatan dengan Ricky Siahaan: Sahabat belajar gitar metal bareng

Mengutip dari The Cut, disebutkan bahwa banyak dokter laki-laki merasa nyaman dalam merawat pasien perempuan.

Hal ini terjadi karena pasien perempuan dinilai lebih terbuka saat membicarakan kondisi kesehatannya dan memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga kesehatan reproduksi.

Di sisi lain, perkembangan layanan kesehatan untuk perempuan juga turut menjadi daya tarik. Ragam pengobatan spesifik—seperti program kesuburan hingga terapi kanker reproduksi (serviks, ovarium, rahim)—semakin beragam dan kompleks.

Ini membuka banyak ruang eksplorasi ilmiah dan praktik klinis yang mendorong minat terhadap spesialisasi ini, tak terkecuali dari kalangan dokter laki-laki.

Baca Juga: DJ Jepang Freya Fox sempat umumkan kabar meninggalnya Ricky Siahaan, ungkap penyebabnya karena serangan jantung

Meski demikian, dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak dokter perempuan yang mulai menunjukkan minat terhadap bidang obstetri dan ginekologi.

Institusi pendidikan kedokteran dan rumah sakit juga mulai menyediakan alat-alat medis yang lebih inklusif dan ramah bagi dokter perempuan.

Perubahan ini membawa harapan akan representasi yang lebih seimbang dalam dunia kedokteran, terutama dalam bidang kesehatan reproduksi wanita.

Dengan kesadaran kolektif dan inovasi dalam sarana penunjang, bukan tidak mungkin ke depan jumlah dokter kandungan perempuan akan terus meningkat, menciptakan keragaman yang lebih adil dalam pelayanan kesehatan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Sumber: The Cut, Huffington Post

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X