Korban longsor di Subang ditemukan setelah enam hari pencarian intensif

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 17 April 2025 | 21:16 WIB
Korban longsor di Desa Dayeuhkolot akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah 6 hari pencarian, Kamis 17 April 2025 (Dok. Istimewa)
Korban longsor di Desa Dayeuhkolot akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah 6 hari pencarian, Kamis 17 April 2025 (Dok. Istimewa)

 

GENMILENIAL.ID – Setelah enam hari pencarian tanpa henti, korban longsor di Kampung Babakan Randu, Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Kamis, 17 April 2025.

Korban merupakan warga yang sempat dilaporkan hilang sejak hari pertama bencana terjadi.

Berdasarkan informasi di lapangan, saat peristiwa longsor, korban tengah memperbaiki saluran irigasi di area tebing yang kemudian runtuh akibat hujan deras.

Tim pencarian yang terdiri dari personel TNI, Polri, BPBD Subang, relawan, serta warga sekitar terus berjibaku menembus material longsor demi menemukan keberadaan korban.

Baca Juga: Buntut penganiayaan Hadi Hadrian, jurnalis Subang desak usut aktor intelektual

Sejumlah personel dari Polsek Sagalaherang seperti Bripka Didin Mahpudin, Aiptu Beta Natarisa, Aipda Dadan Supratman, dan Bripka Kaswul Anwar ikut terlibat langsung dalam evakuasi.

Kepala Pelaksana BPBD Subang, Udin Jazudin, mengapresiasi kerja keras seluruh tim di lapangan.

“Ini hasil kerja sama dan sinergi semua pihak. Kami turut berduka dan berharap keluarga korban diberikan kekuatan menghadapi musibah ini,” ujarnya.

Kepala Desa Dayeuhkolot, Budiman, juga menyampaikan terima kasih atas kepedulian semua pihak.

Baca Juga: Buntut penganiayaan Hadi Hadrian, jurnalis Subang gelar aksi solidaritas

“Kami sangat terbantu dengan solidaritas tim SAR dan semua elemen masyarakat yang turun langsung membantu,” ucapnya.

Jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat.

Hingga kini, BPBD masih mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat curah hujan di wilayah tersebut masih tinggi.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X