Baca Juga: IHSG dibuka naik 5,5 persen pada Kamis, 10 April 2025 pasca trump tunda tarif impor
Priguna kemudian bersikap seolah tidak terjadi apa-apa dan mengantar korban kembali ke ruangan tempat ayahnya dirawat.
Kecurigaan korban muncul saat buang air kecil, di mana ia merasakan nyeri hebat.
Setelah dilakukan visum di RSHS, ditemukan bekas cairan sperma pada bagian vital korban.
Keluarga korban pun segera melaporkan kejadian tersebut ke Polda Jabar.
Lima hari setelah laporan masuk, pada 23 Maret 2025, tim kepolisian menangkap Priguna di salah satu apartemen di Kota Bandung.
Baca Juga: Karena kasus kekerasan seksual, Kemenkes hentikan sementara program residen anestesi di RSHS
Sementara itu, kabar duka datang dari pihak keluarga korban.
Melalui unggahan Instagram Stories drg. Mirza, diketahui bahwa ayah korban yang sempat berada dalam kondisi kritis ketika pemerkosaan terjadi, telah meninggal dunia pada 28 Maret 2025 di RSHS.
Saat ini, Priguna tengah menjalani proses penyidikan dan dijerat dengan Pasal 6 huruf c Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.
Ia terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.***
Artikel Terkait
Kasus perundungan di UNDIP, Ibunda dokter Aulia sebut kematian anaknya akibat kerja yang dipaksa pihak PPDS
Bukan efek langsung, ini korelasi Covid-19 sebabkan bopeng di wajah seperti yang diucapkan doktif
Rapat bareng DPR, begini klaim doktif terkait modus penipuan skincare tomat putih yang diduga dilakukan dokter Richard Lee
Doktif klaim skincare dokter Richard Lee relabelling produk lain saat rapat bersama DPR: Beliau duta stiker
Polda Jabar bongkar identitas peserta PPDS Unpad yang diduga perkosa keluarga pasien di RSHS: Spesialis anestesi
Komentar Dirut RSHS Bandung soal peserta PPDS Unpad diduga perkosa keluarga pasien: Otak kriminal, bukan belajar
Takut ditangkap, dokter PPDS Unpad pemerkosa anak pasien RSHS sempat coba bunuh diri