Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kabupaten Subang, H. Dadang Hidayat, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden ini.
Ia menegaskan bahwa kekerasan terhadap wartawan saat menjalankan tugas tidak bisa ditoleransi dan harus ditindak secara hukum.
“Saya sebagai ketua organisasi kewartawanan merasa prihatin dengan kondisi yang dialami saudara Hadi. Perbuatan seperti ini tidak bisa dibiarkan. Pelaku harus diusut sampai tuntas,” tegas pria yang akrab disapa H. Dadang Metro.
Luka yang lebih dalam dari sekadar fisik
Kekerasan terhadap jurnalis seperti yang dialami Hadi bukan hanya menyebabkan luka fisik, tetapi juga menyisakan luka yang lebih dalam: ketakutan, pembungkaman, dan terancamnya independensi pers.
Di tengah meningkatnya ketegangan sosial dan minimnya literasi media, profesi wartawan semakin berada di ujung tanduk.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kebebasan pers bukan hanya tanggung jawab jurnalis semata, melainkan merupakan bagian dari hak dasar masyarakat dalam berdemokrasi.
Ketika jurnalis dibungkam, maka suara rakyat pun ikut dikekang. Kini, masyarakat dan komunitas pers menanti keberpihakan aparat penegak hukum.
Tidak hanya demi keadilan bagi Hadi, tetapi juga untuk memastikan bahwa ruang demokrasi di Subang dan Indonesia tidak makin menyempit.***
Artikel Terkait
Kadinkes Subang dr. Maxi dinobatkan wartawan Subang sebagai Kadis paling komunikatif
Reza Ferdian, Kasi Intel Kejari Subang baru, selain muda lelaki asal Surabaya ini juga ramah dan bersahabat dengan wartawan
Era informasi terus berkembang, Aliansi Wartawan Subang gelar workshop peningkatan kompetensi jurnalis, diikuti puluhan anggota
Ditanyai tentang kasus Vadel di tengah pembekuan sumpah advokat, Razman Arif ingin wartawan jangan memikirkan dirinya sendiri
Ada oknum TNI AL yang diduga terlibat dalam kasus meninggalnya Juwita, wartawan wanita yang ditemukan tewas di Banjarbaru
TNI harap tak ada opini terkait kasus pembunuhan wartawan di Banjarbaru, tegaskan hukuman berat jika terbukti bersalah
Kekerasan terhadap wartawan, Ketua IWOI Subang minta polisi usut tuntas