"Kami mendesak agar dilakukan tes DNA untuk mengetahui siapa pemilik sperma, karena ini menyangkut kejelasan hukum," tegas Pazri.
Karena keterbatasan fasilitas forensik di Kalimantan Selatan, kuasa hukum keluarga mengusulkan agar pemeriksaan DNA dilakukan di luar daerah demi mendapatkan hasil yang lebih akurat.
Kasus ini terus menjadi perhatian publik, terutama dengan adanya bukti-bukti baru yang semakin menguatkan dugaan tindakan kekerasan seksual yang dialami korban sebelum akhirnya dibunuh.***
Artikel Terkait
CEO Promedia Agus Sulistriyono ungkap Hari Pers Nasional jadi momen penting menghargai dedikasi dan kerja keras para jurnalis di tanah air
Gelar Media Gathering dan dukung keterbukaan informasi, PT Dahana terus perkuat hubungan baik dengan para jurnalis Subang
Bukber dan ngopi perdana pasca dilantik, Kang Rey ajak jurnalis Subang kolaborasi strategis bangun daerah: Ada keluhan masyarakat, tolong sampaikan
Curigai meninggalnya jurnalis Juwita, PWI dan AJI desak kepolisian usut tuntas dan siapkan pengacara
Terbongkar, oknum TNI AL diduga habisi jurnalis Juwita di dalam mobil: Berencana dari mau berangkat
Sudah terbukti bunuh kekasihnya, sikap oknum TNI AL pacar Juwita dibongkar kakak korban: Lamaran yang bersangkutan tidak hadir
Fakta baru pembunuhan Juwita jurnalis asal Banjarbaru terungkap, diduga jadi korban kekerasan seksual oleh tersangka karena temuan ini