Tragedi di Subang: Maling ayam yang berujung maut

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 3 April 2025 | 22:17 WIB
Ilustrasi pengeroyokan maling ayam
Ilustrasi pengeroyokan maling ayam

 

GENMILENIAL.ID - Malam yang seharusnya sunyi di Kampung Rancamanggung, Kecamatan Tanjungsiang, Subang, berubah menjadi mencekam. 

Taryana (37 tahun), seorang pria yang diduga mencuri ayam, menjadi sasaran amukan massa. 

Pengeroyokan yang dilakukan delapan orang itu berujung pada kematian tragis di depan kantor desa.

Kejadian ini bermula pada Selasa, 1 April 2025, pukul 23.30 WIB. Taryana dipergoki masuk ke dalam kandang ayam milik sebuah perusahaan. 

Baca Juga: Lisa Mariana mengaku ditawari uang tutup mulut oleh tim Ridwan Kamil, Sunan Kalijaga ungkap Atalia memberi bantahan

Dua warga, YS alias Endok dan INA, melihat gerak-gerik mencurigakannya. Tanpa berpikir panjang, mereka mengejar dan menangkapnya. 

Dalam hitungan menit, kabar itu menyebar. Massa berkumpul, emosi memuncak, dan Taryana menjadi sasaran amukan.

Penganiayaan yang berujung maut 

Setelah tertangkap, Taryana dibawa ke pos jaga, tempat dia pertama kali menerima pukulan dan tendangan. 

Namun, amarah massa belum reda. Ia diseret sejauh 500 meter ke kantor desa, dalam kondisi telanjang, dengan tangan dan kaki digotong beberapa pelaku. 

Baca Juga: Namanya diseret atas dugaan perselingkuhan Lisa Mariana dan Ridwan Kamil, Ayu Aulia sebut pertemuan keduanya terjadi saat Lisa sudah hamil

Sesampainya di depan kantor desa, aksi brutal terus berlanjut. Taryana ditembak dengan senapan angin oleh GM alias Jia sebanyak tiga kali, mengenai lutut kirinya. 

Pukulan dengan kayu dan bambu menghujani tubuhnya. Tendangan dan seretan semakin melemahkan kondisinya hingga akhirnya ia tak bernyawa.

Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, dalam konferensi pers di Aula Patriatama Polres Subang, Kamis 3 April 2025 menjelaskan hasil otopsi korban. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X