Jarak antara lokasi ladang ganja dengan jalur wisata Gunung Bromo dan pendakian Gunung Semeru juga cukup jauh.
Jalur wisata Gunung Bromo yang masuk dalam kawasan TNBTS berada di sisi barat dengan jarak sekitar 11 kilometer, sedangkan jalur pendakian Gunung Semeru berada di sisi selatan dengan jarak sekitar 13 kilometer.
Penemuan ladang ganja ini pertama kali terdeteksi pada September 2024 dalam penyelidikan Polri yang menangkap tersangka pemilik ladang.
Setelah itu, pihak TNBTS turut membantu dalam mengungkap lokasi-lokasi ladang yang sulit dijangkau.
Petugas yang diturunkan ke lapangan meliputi Polisi Hutan, Manggala Agni, serta masyarakat mitra polisi hutan.
“Ladang ganja itu biasanya ditanam di tempat-tempat yang relatif sulit untuk ditemukan, sehingga kita menurunkan petugas termasuk Kepala Balai Taman Nasional waktu itu, Polhut, Masyarakat Mitra Polhut dan juga Manggala Agni yang ada di sana, semua turun ke lapangan dibantu dengan teknologi drone,” ujar Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut, Satyawan Pudyatmoko.***
Artikel Terkait
Di sela kunker di AS, Prabowo gelar rapat via vicon respons cepat erupsi Gunung Lewotobi
Aksi pendaki di Sumbar yang viral gegara naik ke puncak saat Gunung Marapi masih berstatus waspada, BKSDA sebut bisa kena sanksi hukum
Kronologi insiden yang dialami Fiersa Besari di Puncak Carstensz, tim ekspedisi alami kondisi bahaya saat turun gunung
Soal insiden 2 pendaki Carstensz yang tewas, kini Fiersa Besari bicara soal medan tebing curam di puncak tertinggi Indonesia itu
Ciptakan kenangan paling manis, begini kisah persahabatan mendiang pendaki Lilie dan Elsa yang meninggal dunia bersamaan saat mendaki Puncak Carstensz
Keluarga pendaki gunung Elsa Laksono unggah foto terakhir mendiang di Puncak Carstensz Pyramid, janji akun medsosnya tetap aktif untuk berbagi kisah
Jasa pendamping diduga agar pendaki tidak nyasar di ladang ganja Semeru, BBTNBTS sebut untuk memberdayakan masyarakat