Sudah ditemukan sejak September 2024 lalu, mengapa ladang ganja di Bromo baru terungkap?

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 25 Maret 2025 | 10:42 WIB
Ladang ganja yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (Instagram.com/pndkindo)
Ladang ganja yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (Instagram.com/pndkindo)

Baca Juga: Promedia Teknologi Indonesia dan Ayo Media Network gelar acara buka bersama di Bandung: Momen jalin silaturahmi di Ramadan 2025

Jarak antara lokasi ladang ganja dengan jalur wisata Gunung Bromo dan pendakian Gunung Semeru juga cukup jauh.

Jalur wisata Gunung Bromo yang masuk dalam kawasan TNBTS berada di sisi barat dengan jarak sekitar 11 kilometer, sedangkan jalur pendakian Gunung Semeru berada di sisi selatan dengan jarak sekitar 13 kilometer.

Penemuan ladang ganja ini pertama kali terdeteksi pada September 2024 dalam penyelidikan Polri yang menangkap tersangka pemilik ladang.

Setelah itu, pihak TNBTS turut membantu dalam mengungkap lokasi-lokasi ladang yang sulit dijangkau.

Baca Juga: Tepis isu RUU TNI hidupkan Dwifungsi ABRI, keponakan Prabowo di kursi DPR ini jamin tak ada prajurit aktif di BUMN

Petugas yang diturunkan ke lapangan meliputi Polisi Hutan, Manggala Agni, serta masyarakat mitra polisi hutan.

“Ladang ganja itu biasanya ditanam di tempat-tempat yang relatif sulit untuk ditemukan, sehingga kita menurunkan petugas termasuk Kepala Balai Taman Nasional waktu itu, Polhut, Masyarakat Mitra Polhut dan juga Manggala Agni yang ada di sana, semua turun ke lapangan dibantu dengan teknologi drone,” ujar Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut, Satyawan Pudyatmoko.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X