Update terbaru kasus penembakan 5 WNI, Mendagri Malaysia ungkap Ada 2 fase investigasi polisi dan internal APMM

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 21 Februari 2025 | 00:42 WIB
Ilustrasi peluru - Malaysia lakukan dua fase penyidikan tentang kasus penembakan 5 WNI (Unsplash/Velizar Ivanov)
Ilustrasi peluru - Malaysia lakukan dua fase penyidikan tentang kasus penembakan 5 WNI (Unsplash/Velizar Ivanov)

Dalam kesempatan tersebut, Saifuddin juga menyatakan jika para petugas APMM sering bekerja sambil mempertaruhkan nyawa.

“Dalam kasus ini, dalam kasus penembakan tersebut, mereka harus menilai situasi di tengah laut saat hari sudah gelap, tepatnya pada pukul 3 pagi,” ujarnya.

Baca Juga: Jokowi-Prabowo saling spill momen kerja bareng di Istana, soal program Makan Bergizi Gratis hingga gaya kepemimpinan unik

“Kami hanya dapat memahami situasi ini sepenuhnya jika kami menempatkan diri pada posisi mereka,” kata Saifuddin.

Saifuddin mengatakan, tindakan yang dilakukan sesuai dengan situasi yang mereka hadapi namun harus tetap mematuhi SOP.

Termasuk penggunaan senjata api dan protokol lainnya dalam tugas tersebut.

5 WNI Diduga terlibat dalam kasus penyelundupan orang

Saifuddin mengatakan dari penyidikan kepolisian, orang-orang asing yang ada di atas kapal dan terlibat dalam insiden berkaitan dengan kegiatan penyelundupan migran.

Baca Juga: Skema cek kesehatan gratis bagi yang tidak memiliki BPJS Kesehatan, Kemenkes ingatkan poin ini

“Penyelidikan polisi sedang berlangsung dan mereka telah menangkap seseorang yang bertindak sebagai 'pengangkut' beberapa hari setelah kejadian,” jelas Saifuddin.

Polisi Selangor kemudian mengkonfirmasi bahwa provokasi dilakukan oleh sekelompok imigran Indonesia yang tidak berdokumen.

Info 5 WNI korban penembakan dan 1 WNI yang ditahan

Dari hasil penyidikan aparat, 5 WNI tersebut adalah Pekerja Migran Indonesia atau PMI yang menggunakan jalur ilegal.

Korban meninggal dunia pertama dengan inisial B dinyatakan sudah dimakamkan di kampung halamannya di Riau.

Baca Juga: Anggaran SMK dan vokasi dipangkas sampai Rp1 triliun, DPR: Mereka perlu pelatihan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Sumber: Malaymail, thestar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X