Sekolah diduga lalai, ratusan siswa SMA dan SMK terancam gagal ikut SNBP perguruan tinggi dan risikonya

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 7 Februari 2025 | 04:15 WIB
Siswa SMK N 2 Solo Demo karena Terancam Gagal Daftar SNBP (tiktok.com/bangton)
Siswa SMK N 2 Solo Demo karena Terancam Gagal Daftar SNBP (tiktok.com/bangton)

Berdasarkan keterangan guru di sekolah tersebut, keterlambatan terjadi karena bencana banjir yang menghambat proses penginputan data.

Dalam video yang beredar, para siswa tampak kecewa hingga menangis saat guru memberikan penjelasan. 

Baca Juga: Budi Gunawan bongkar kasus penyelundupan terbaru senilai Rp480 M, 18 perusahaan dan 35 kelompok jadi sasaran penyelidikan

Pihak sekolah pun menyampaikan permohonan maaf dan menawarkan solusi berupa pendanaan bimbingan belajar bagi siswa yang ingin mengikuti ujian tertulis sebagai alternatif jalur masuk perguruan tinggi.

Respons Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat segera mengambil langkah dengan memanggil Kepala Sekolah, Wakil Kepala Kurikulum, dan Tim PDSS SMA Negeri 1 Mempawah untuk memberikan klarifikasi. 

Teguran tertulis juga telah dilayangkan kepada pihak sekolah pada 3 Februari 2025.

Menurut Disdikbud Kalbar, kelalaian pihak sekolah dalam menginput data siswa berakibat fatal, karena menyebabkan siswa kehilangan kesempatan untuk mendaftar SNBP. 

Baca Juga: Mendikdasmen Abdul Mu’ti beri respon terkait penolakan MBG dari pelajar Papua, viral foto aksi damai lebih memilih pendidikan dibanding makan gratis

Oleh karena itu, Kepala Disdikbud Kalbar memerintahkan pihak sekolah untuk segera berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan guna mencari solusi atas permasalahan ini.

Kekecewaan siswa dan wali murid di SMK Negeri 2 Solo

Kasus serupa juga dialami siswa SMK Negeri 2 Solo. Beberapa wali murid, seperti Nayla, mengungkapkan bahwa pihak sekolah lalai dalam proses pendaftaran PDSS. 

Ia menyesalkan sikap sekolah yang tidak segera menyelesaikan registrasi meskipun batas waktu sudah ditentukan.

"Ternyata pihak sekolah lalai. Bisa lupa, bisa dibilang dia tuh ya leha-leha gitu. Kan dari tanggal 6 sampai 31 Januari ya, tapi nggak diregistrasi. Tapi alasannya itu karena anak-anak nggak registrasi,” ujar Nayla.

Baca Juga: Kisruh penolakan Makan Bergizi Gratis oleh OPM hingga ancaman pembakaran sekolah, Menhan terjunkan TNI AD untuk pengamanan dapur SPPG

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X