Trump tetap ngotot pindahkan lakukan relokasi, warga Palestina tetap ingin hidup di antara sisa puing-puing

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 31 Januari 2025 | 04:47 WIB
Potret warga Palestina saat diculik penduduk Israel sebelum gencatan senjata (Instagram.com/motaz_azaiza)
Potret warga Palestina saat diculik penduduk Israel sebelum gencatan senjata (Instagram.com/motaz_azaiza)

Mesir dan Yordania tolak relokasi warga Gaza

Pemerintah Mesir dan Yordania dengan tegas menolak gagasan Trump untuk merelokasi warga Gaza. 

Otoritas Kairo mendukung penuh hak masyarakat Gaza untuk tetap tinggal di tanah mereka sendiri. Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi, juga secara tegas menolak pemindahan paksa warga Palestina.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas turut menyampaikan penolakan keras terhadap segala bentuk rencana yang bertujuan menggusur warga Palestina dari Jalur Gaza.

Baca Juga: Ilmuwan bersiap umumkan jam kiamat yang lebih dekat dengan bumi, imbas kerusuhan hingga genosida

“Warga Palestina tidak akan meninggalkan tanah dan tempat-tempat suci mereka,” tegas Abbas.

Hampir seluruh penduduk Gaza, yang berjumlah sekitar 2,4 juta jiwa, telah mengungsi akibat perang yang berlangsung sejak Oktober 2023. 

Saat ini, gencatan senjata selama enam pekan sedang diberlakukan di Jalur Gaza, melibatkan pertukaran sandera Hamas dengan tahanan Palestina.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X