Israel serang Gaza, 80 orang meninggal dunia meski ada kesepakatan gencatan senjata

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 17 Januari 2025 | 09:34 WIB
Serangan yang dilakukan Israel ke Gaza di tengah gencatan senjata (Tangkap layar NBC News)
Serangan yang dilakukan Israel ke Gaza di tengah gencatan senjata (Tangkap layar NBC News)

GENMILENIAL.ID - Israel kembali melakukan serangan di Gaza yang menimbulkan kerusakan hingga korban jiwa pada Rabu, 15 Januari 2025 waktu setempat.

Setidaknya ada 82 orang tewas dalam serangan yang dilakukan oleh Israel hanya beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata dengan Hamas.

Rincian korban dalam serangan tersebut yang dilaporkan oleh Al Jazeera adalah 30 orang di Kota Gaza.

Satu serangan terhadap sebuah rumah dekat Gedung Persatuan Insinyur di Kota Gaza di utara Jalur Gaza pada Rabu malam menewaskan sedikitnya 18 orang.

Baca Juga: Pj Gubernur Riau bangga dan dukung penuh perayaan HPN 2025 di Riau

Pertahanan Sipil Palestina juga mengatakan pihaknya mengamankan jenazah 12 orang dari daerah Sheikh Radwan di Kota Gaza.

Di Gaza Tengah, dilaporkan ada 5 orang tewas dalam serangan pesawat tak berawak Israel yang menargetkan pertemuan orang-orang di daerah Karaj di kamp Bureij

Jumlah korban tewas terus bertambah ketika warga Palestina kembali ke tenda setelah merayakan pengumuman kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

Kesepakatan gencatan senjata Israel dan Hamas

Setelah lebih dari 460 hari perang yang menghancurkan Gaza, Israel dan Hamas akhirnya sampai pada kesepakatan untuk melakukan gencatan senjata.

Baca Juga: Terbongkar! pagar laut di Bekasi proyek Pemprov Jabar, apa yang akan dilakukan pemerintah pusat?

Gencatan senjata antara Israel dan Hamas ini akan mulai berlaku pada Minggu, 19 Januari 2025.

Ada 3 fase untuk setiap proses gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

Fase Pertama

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X