“Demo itu terkait kami sedang melakukan upaya mutasi besar-besaran. Karena pecahnya jadi tiga menteri, kita perlu banyak orang dan ingin membenahi sesuai amanat presiden harus hemat dengan anggaran pemerintah,” jelas Satryo.
Ia juga menilai bahwa para demonstran menggunakan pendekatan menarik perhatian publik.
“Pendemo kan cari sesuatu yang menarik, intinya kita sedang bersih-bersih,” tambahnya.
Respon dari Istana Kepresidenan
Menanggapi isu yang memicu aksi demonstrasi ini, Istana Kepresidenan menyatakan keyakinannya bahwa konflik tersebut dapat diselesaikan melalui dialog yang tenang.
Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menyatakan bahwa penyelesaian masalah ini memerlukan pendekatan hati ke hati.
“Sejauh ini kita yakin bisa diselesaikan dengan dialog dari hati ke hati dan kepala dingin,” ungkap Hasan pada Senin, 20 Januari 2025.
Hasan juga menegaskan bahwa pihak istana menunggu hasil dialog internal kementerian sebelum memberikan komentar lebih lanjut.
“Kita tunggu saja hasil dialog yang akan dilakukan di internal kementerian,” tutup Hasan.***
Artikel Terkait
Mengintip rekam jejak Tom Lembong usai jadi tersangka kasus impor gula, ternyata pernah ngaku nyesel jadi Mendag di era Jokowi
Prabowo perintahkan Menteri BUMN pastikan tiket pesawat turun 10 persen saat Nataru, jamin rakyat aman dan nyaman
3 Bukti eks Menteri PUPR Basuki Hadimuljono adalah sosok yang misterius, salah satunya sulit diajak tampil di TV maupun podcast
Menteri Bappenas: Program Makan Bergizi Gratis akan dorong permintaan baru hasil tani lokal
Teka-teki mobil dinas RI 36 yang belum terpecahkan, para menteri bantah memakai hingga patwal yang arogan sudah ditindak
Ratusan ASN geruduk kantor Kemdiktisaintek hingga sentil Menteri Satryo yang diduga suka main pecat!
Rekam jejak Menteri Satryo yang didemo anak buahnya hingga dituding arogan: Lahir di Belanda hingga dikenal sebagai ilmuwan di Kampus ITB