Menyoal dana makan bergizi gratis di Kendari yang masih pakai uang Prabowo, ke mana anggaran Rp71 triliun?

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 7 Januari 2025 | 19:28 WIB
Presiden Prabowo saat hadiri Hari Guru (Instagram.com/presidenrepublikindonesia)
Presiden Prabowo saat hadiri Hari Guru (Instagram.com/presidenrepublikindonesia)

Baca Juga: Ungkapan syukur warga penerima MBG diwawancarai Al Jazeera: Alhamdulillah kami terbantu

Kemudian di Sulawesi Barat, Kalimantan Timur, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua Barat dan Papua Selatan. 

Pada tahap awal ini, sebanyak 190 dapur MBG telah beroperasi, dengan target mencapai 937 dapur yang berfungsi pada akhir tahun 2025. 

"Jumlah dapur pun akan terus meningkat setiap hari seiring bertambahnya jumlah penerima," ujar Hasan.

Hasan juga mengungkapkan bahwa ia sempat mengunjungi beberapa dapur dan sekolah yang terlibat dalam program ini. 

Baca Juga: Mengintip ranking FIFA Timnas Indonesia yang melejit di bawah kepemimpinan STY, mampukah pelatih baru lakukan hal yang sama?

Menurutnya, prosedur operasional standar (SOP) di dapur sudah dijalankan dengan baik, terutama dalam menjaga kebersihan. 

"SOP di dapurnya juga oke. Karena begitu masuk sudah dengan SOP menjaga higienis-kan, seperti ganti alas kaki, pakai penutup rambut, pakai masker," jelas Hasan. 

Ia juga mencatat bahwa kompartemen dapur sudah tersusun dengan rapi dan sesuai standar.

Terkait dengan aspek gizi, Hasan menyatakan bahwa menu makanan yang diberikan telah disesuaikan dengan kebutuhan kalori setiap jenjang pendidikan. 

Baca Juga: Kode anak Shin Tae Yong sebelum ayahnya dipecat dari PSSI kini jadi sorotan warganet

"Secara kalori takaran anak SMP-SMA itu dikasihnya 600 kalori, jadi nasinya itu mungkin 75 atau 80 gram. Kalau anak PAUD dan kelas 1, kelas 2, kelas 3 SD mungkin sekitar 300 kalori saja," ujar Hasan. 

Program ini dirancang untuk memberikan asupan gizi yang optimal kepada ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta peserta didik di berbagai jenjang pendidikan, baik sekolah umum, kejuruan, maupun keagamaan.

Meskipun program ini sudah berjalan dengan baik di beberapa lokasi, belum ada pernyataan resmi dari Istana mengenai penggunaan dana MBG di Kendari yang sempat menjadi sorotan publik. 

Namun, Hasan menegaskan bahwa program ini terus berlanjut dan akan diperluas sesuai dengan kesiapan masing-masing daerah.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X