"Bayangkan, kita punya lebih dari 400.000 aplikasi, kemudian setiap Kementerian lembaga itu punya 2.700 punya database sendiri-sendiri," ujar Sri Mulyani dalam kesempatan berbeda di Bali, pada Senin, 11 Juli 2022 lalu.
Baca Juga: Momen Prabowo nyanyikan lagu daerah Maluku 'O Ulate' di Beijing
Menurutnya, tidak efektifnya penggunaan ribuan aplikasi itu membuat biaya yang dikeluarkan pemerintah menjadi tidak efisien.
"Aplikasi ini justru membuat biaya yang dikeluarkan pemerintah menjadi tidak efisien, karena banyak aplikasi yang tidak bisa beroperasi secara multifungsi," tandasnya.***
Artikel Terkait
Resmi, KPU RI tetapkan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2024
Pimpinan Pusat Muhammadiyah sampaikan selamat kepada Presiden Prabowo dan Wapres Gibran
Wajah lama di kabinet baru Prabowo, ada yang usianya setara dengan Gibran
Transisi energi bersih bikin warga aman dari pencemaran lingkungan? inilah 4 strategi yang bisa dicanangkan Prabowo-Gibran
Terjang perubahan iklim, Prabowo-Gibran harus berani ciptakan inovasi kebijakan energi terbarukan
Prabowo sambangi Jokowi ke Solo, santap malam angkringan berdua
Wapres Gibran ingin dengar aduan masyarakat langsung di Istana: Meski beda era, ternyata Jokowi pernah lakukan hal serupa