Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, menuding Yandri telah menyebarkan surat berstempel Kemendes untuk kepentingan pribadinya.
Praktisi Partai Amanat Nasional itu diduga menyebarkan undangan haul dua tahun almarhum sang ibunda.
Baca Juga: Peringati HSN 2024, Badan Wakaf Assyifa optimalkan hasil wakaf produktif, ini yang dilakukan
Menyikapi adanya surat undangan itu, Mahfud MD menegaskan kop surat kementerian tidak boleh digunakan untuk acara pribadi.
3. Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menuai kontroversi usai dilantik Presiden Prabowo.
Praktisi Partai Golkar itu menyebut adanya 'tukar guling' di balik jatah kursi menteri Golkar di Kabinet Merah Putih.
Dalam pidato di HUT Golkar ke-60, Bahlil mengungkapkan mulainya partai yang dipimpinnya mendapat jatah 5 menteri.
Baca Juga: Gerak sunyi paslon Aslina di Pilkada Subang 2024, ARD : Kita bergerak, cuma beda cara pergerakanya
Pria berusia 48 tahun itu kemudian menyebut telah menukar posisi Ketua MPR yang harusnya untuk Golkar diberikan kepada Gerindra dengan ganti keuntungan tambahan atau dikenal dengan istilah 'tukar guling'.
4. Natalius Pigai
Menteri HAM Natalius Pigai mengungkapkan pernyataan kontroversial terkait anggaran bagi kementeriannya.
Pria asal Irian Jaya itu menyebut seharusnya anggaran untuk Kementerian HAM tidak hanya Rp60 miliar, namun Rp20 triliun.
Pigai meyakini dirinya sebagai orang pekerja lapangan HAM, dapat membangun sesuatu yang besar di kementeriannya.
Baca Juga: UM Bandung gelar kinemaksi, gerakan kolektif generasi muda untuk melawan korupsi
Artikel Terkait
Tak lagi jadi Menko, inilah jabatan Luhut di Kabinet Merah Putih Prabowo, ternyata ada kisah di balik peran barunya
Wajah lama di kabinet baru Prabowo, ada yang usianya setara dengan Gibran
Pengamat nilai langkah Prabowo kemahkan anggota kabinet di Magelang cara tingkatkan disiplin dan ketangguhan
Antusiasme warga sapa Prabowo dan Menhan Sjafrie naik Maung usai serah terima jabatan
Prabowo kemahkan anggota kabinet di Magelang, Pengamat: Positif untuk olah pikiran dan mental
Kabinet ‘Gemuk’ Presiden Prabowo ternyata pernah terjadi di era kepemimpinan Soekarno, ada yang sampai 132 anggota!
Raffi Ahmad jadi utusan khusus Prabowo di kabinet merah putih, ternyata posisinya berada di bawah arahan Mayor Teddy