Kasus penganiayaan taruna STIP Jakarta, polisi tetapkan tiga tersangka

photo author
Abdul Rouf, Genmilenial
- Jumat, 10 Mei 2024 | 15:22 WIB
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan berikan keterangan pers pada awak media
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan berikan keterangan pers pada awak media

GENMILENIAL.ID - Polisi telah menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus penganiayaan taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta yang bernama Putu Satria ananta Rustika (19 tahun) oleh para seniornya.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan kepada para awak media, Rabu 8 Mei 2024 malam.

"Hasil penyidikan dan gelar perkara kemudian kami menyimpulkan ada tiga pelaku lainnya yang terlibat dalam peristiwa kekerasan eksesif tersebut," kata Kombes Pol Gidion Arif Setyawan dikutip dari PMJNews pada Jumat 10 Mei 2024.

Ia juga menyampaikan bahwa ketiga tersangka tambahan tersebut yaitu AKAK alias K, WJP alias W dan FA alias A.

Baca Juga: Kejaksaan Agung perkuat pengawasan dana desa pasca diberlakukanya UU 3/2024

Kata Gidion, pelaku FA merupakan taruna tingkat II yang berperan memanggil korban untuk turun ke lantai 2, ia juga bertugas mengawasi ketika kekerasan berlebihan terjadi.

"FA juga berperan menjadi pengawas ketika kekerasan eksesif terjadi di depan pintu toilet dan ini dibuktikan dari CCTV kemudian keterangan para saksi," tuturnya.

Sedangkan tersangka WJP disebut memberikan perkataan ketika kekerasan terjadi, berikutnya tersangka KAK berperan menunjuk korban sebelum dilakukanya kekerasan.

"Lalu terhadap tersangka WJP alias W, pada saat proses terjadinya kekerasan eksesif, saudara W mengatakan 'Jangan malu-maluin CBDM, kasih paham'," ucap Gidion.

Baca Juga: Banyak menolong orang lemah, Raja LAK Galuh Pakuan diberi gelar Abu Mustadh’afin

"Lalu tersangka tambahan yang ketiga adalah KAK alias K. Peran KAK adalah menunjuk korban sebelum dilakukan kekerasan eksesif oleh tersangka TRS. dengan mengatakan 'adek ku aja nih mayoret terpercaya',' tambahnya.

Ia juga menuturkan bahwa kalimat-kalimat tersebut hanya hidup dilingkungan mereka sebelum kekerasan itu terjadi dan memiliki makna sendiri diantara sesama mereka.

Ini juga kalimat-kalimat yang hanya hidup di lingkungan mereka, mempunyai makna tersendiri di antara mereka," tuturnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abdul Rouf

Sumber: PMJnews

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X