GENMILENIAL.ID - Seiring keegangan yang terus meningkat antara Israel dan Iran, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, KBRI Teheran dan perwakilan RI di Timur Tengah terus melakukan pemantauan terhadap kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang ada disana.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur perlindungan WNI dan BHI Kemlu RI, Judha Nugraha kepada para awak media, sabtu 13 April 2024.
"Sesuai SOP, setiap perwakilan RI wajib memiliki rencana kontingensi untuk antisipasi situasi kedaruratan bagi perlindungan WNI," kata Judha Nugraha dkutip dari PMJNews pada Minggu, 14 April 2024.
Baca Juga: Polri buka rekrutmen Bintara gelombang II hingga 25 April 2024
"Kemlu bersama KBRI Teheran dan perwakilan RI di Timur Tengah terus memonitor situasi di kawasan," tambahnya.
Kata Yudha, saat ini jumlah WNI yang berada di negara Iran ada 376 orang yang sebagian besar dari mereka merupakan seorang pelajar atau mahasiswa yang bertempat tinggal di Kota Qom.
"Jumlah WNI di Iran sebanyak 376 orang dan mayoritas adalah pelajar/mahasiswa yang bertempat tinggal di Kota Qom," ujarnya.
Baca Juga: Turunkan berat badan, ini 4 jenis olahraga yang dapat bakar kalori
Ketegangan Israel dan Iran memanas pasca serangan udara yang menewaskan para komandan senior Iran.
Atas peristiwa tersebut, Iran pun mengancam akan membalas Israel atas serangan di Damaskus, Suriah pada 1 April 2024 yang lalu.
Artikel Terkait
Iran, negara yang miliki sejarah panjang, kaya budaya dan dinamika politik yang penuh teka teki
Konflik Palestina Israel, Kang Lukmantias doakan para pejuang Palestina dan dorong dermawan donasi kemanusiaan
Rumah Sakit Indonesia di Gaza kena dampak serangan Israel, ini pernyataan Kemlu terkait kondisi terkini
Fatwa MUI rekomendasikan umat agar hindari penggunaan produk yang terafiliasi dengan Israel
Idul Fitri 1445 H, Pj Bupati Subang paparkan filosofi 'Subang Ngahiji' minta stakeholder sinergi, jangan cari kesalahan atau saling ungkit kekurangan
Ratusan warga binaan Lapas Kelas IIA Subang dapatkan Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri 1445 H
TNI ganti kembali sebutan KKB menjadi OPM