Dinilai lambat tangani soal buruh, Ketua FBPS minta Kadisnaker Subang dipecat dan diganti

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 27 Oktober 2023 | 17:11 WIB
Demo Aliansi Buruh Subang di depan Kantor Bupati, Rabu 25 Oktober 2023
Demo Aliansi Buruh Subang di depan Kantor Bupati, Rabu 25 Oktober 2023

GENMILENIAL.ID - Aktifis buruh perempuan Subang, Esti Setyorini berbicara terkait beberapa persoalan yang selama ini menjadi permasalah buruh yang ada di Kabupaten Subang.

Selain soal tuntutan hak-hak buruh, Esti pun kerap menyoroti terkait kebijakan regulasi yang dibuat pemerintah daerah Subang yang terkesan cukup lambat.

"Selain kenaikan upah 20 persen, ada percepatan beberapa program termasuk draf perda ketenagakerjaan untuk disegerakan," kata Esti usai gelar aksi unjuk rasa didepan kantor Bupati Subang, Rabu 25 Oktober 2023.

Selain persoalan tersebut, percepatan SK Dewan Pengupahan menjadi tuntutanya agar Dewan Pengupahan bisa secepatnya menjalankan fungsi dan tugasnya.

Baca Juga: Nasib buruh, selain tuntutan kenaikan upah, Ketua FBPS sebut sedang membangun kekuatan politik buruh

"Kemudian menolak, mengecam pengusaha-pengusaha yang melakukan praktek-praktek nakal, dalam hal ini melanggar aturan," tegasnya.

Esti yang saat ini menjabat sebagai Ketua FBPS ini meminta pihak Desnakertrans Kabupaten Subang agar turut serta pro aktif.

"Sebenarnya kalau kita mau telusuri, itu temuan, itu hasil monitoring seharusnya pengawasan ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja hari ini pro aktif dan bisa menghentikan itu," ucapnya.

Fakta hari ini, lanjut Esti pelanggaran-pelanggaran tersebut yang dilakukan oleh para pengusaha nakal masih berjalan.

Baca Juga: Keindahan seni rupa, eksplorasi kreativitas melalui kanvas warna dan bentuk

Disamping itu, Esti juga menyoroti terkait sistem kerja kontrak, dan meminta agar segera dihentikan sistem kerja kontrak yang berkepanjangan.

"Stop, hentikan kontrak berkepanjangan, outsourching gak jelas, pemagangan, salah satunya juga kita melihat kinerja Kadisnaker Subang sampai hari ini sangat lambat," tandasnya.

Kerja Kadisnaker kata Esti, saat ini sangat tidak signifikan dan malah mengamini saja ketika ada kebijakan perusahaan yang merugikan kaum buruh.

"Dengan alasan investasi dan segala macam, padahal kalau kita lihat faktanya dengan investasipun hari ini buruh Subang masih banyak hutang, masih terjerat rentenir," ucapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X