Momen langka, di tahun politik para tokoh partai di Kabupaten Subang ini tetap ngopi bersama dalam satu meja

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 9 September 2023 | 22:25 WIB
Para tokoh politik Kabupaten Subang pada gelapan syukuran khitanan putra dari Ujang Yusuf Japet, Kamis malam, 7 September 2023
Para tokoh politik Kabupaten Subang pada gelapan syukuran khitanan putra dari Ujang Yusuf Japet, Kamis malam, 7 September 2023

GENMILENIAL.ID - Dalam suasana cair dan hangat para tokoh politik Kabupaten Subang ini berkumpul dalam satu meja pada sebuah gelaran syukuran khitanan putra dari Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Bidang Pemenangan Pemilu Ujang Yusuf Japet pada Kamis malam, 7 September 2023.

Para tokoh politik yang berkumpul tersebut ada Maman Yudia, Ketua DPC PDI Perjuangan, Niko Rinaldo, Sekretaris DPC PDI Perjuangan, Eef Hidayat (Mang Eef) Ketua DPD Partai Nasdem dan Asep Rochman Dimyati (ARD).

Dengan suasana santai, dua tokoh politik senior Subang yang saat ini menjadi rival politik dari dua partai politik yang berbeda Mang Eef dan Maman Yudia terlihat begitu sangat akrab sambil memperbincangkan hangat situasi politik dan elektabilitas lembaga survei jelang pemilu legislatif dan pilres di tahun 2024.

Baca Juga: Polres Subang bagikan air bersih pada warga Desa Batusari yang alami kesulitan air dan kekeringan

Sebagaimana diketahui, bahwa dalam perjalanan sejarah politik Kabupaten Subang Mang Eef dan Maman Yudia merupakan dua tokoh politik yang dahulunya merupakan sahabat perjuangan dalam satu gerbong politik yang sama, seiring perjalanan waktu kedua tokoh inipun mengambil jalanya masing-masing.

Mang Eef hari ini berjalan dengan gerbong Partai Nasdem dan sebagai Ketua DPD Partai Nasdem sedangkan Maman Yudia masih tetap dalam gerbong banteng dan saat ini sebagai ketua DPC PDI Perjuangan di Kabupaten Subang.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan, Niko Rinaldo menyebut bahwa duduk bersamanya para tokoh politik senior Subang dengan suasana cair dan hangat dalam satu meja dan ngopi bersama merupakan sebuah peristiwa dan momen berharga sekaligus pesan pemilu damai bagi masyarakat Kabupaten Subang dan para pendukung dari kedua belah pihak.

Baca Juga: Teropong dunia pendidikan di daerah, ini kata H. Saenudin terkait guru penggerak dan standar mutu pendidikan

"Bagaimana perbedaan politik dalam ruang demokrasi itu merupakan hal yang keniscayaan, tetapi persahabatan, kekeluargaan dan silaturahim itu juga tidak bisa dinapikan, itu juga harus terus dilakukan, komunikasi, silaturahim kebangsaan, merajut melepas sekat-sekat perbedaan," kata Niko Rinaldo.

Sebagai tokoh muda Subang yang hari ini menduduki jabatan sebagai Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang, Niko pun menyebut bahwa Mang Eef dan Maman Yudia merupakan dua tokoh politik demokratis.

"Persahabatan yang utama, walaupun perbedaan warna dan pandangan politik, jadi itu harus menjadi teladan bagi anak muda, meskipun berbeda pandangan politik, berbeda pilihan calon presiden, berbeda pilihan bupati tapi untuk kepentingan bangsa dan negara wabil khusus di Kabupaten Subang tidak menutup kemungkinan untuk bisa duduk bersama," ujarnya.

Baca Juga: Tak usah malu, ini 6 manfaat belajar di usia tua

Menurut Niko, Mang Eef dan Maman Yudia sudah membuktikan hal tersebut selama karirnya dalam perjalanan politik mereka terlebih di Kabupaten Subang.

"Kedua tokoh ini sudah membuktikan itu dalam proses politik yang sangat panjang," tuturnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X