4. Gangguan pada sistem kelistrikan
Kerusakan aki, kabel terkelupas, atau konektor yang longgar dapat mengganggu sistem kelistrikan mobil.
Sambungan yang buruk juga berpotensi menghasilkan panas berlebih.
Baca Juga: Bupati Klaten Hamenang tiba di Gedung KPK, penyidik bawa tong biru yang diduga tempat simpan uang
Sejumlah perangkat kendaraan masih membutuhkan arus listrik meskipun mesin sudah dimatikan.
Karena itu, mematikan mesin tidak serta-merta menghilangkan seluruh risiko gangguan kelistrikan.
5. Mesin mengalami panas berlebih
Mesin yang mengalami panas berlebih atau overheat dapat berkaitan dengan gangguan sistem pendingin, kekurangan cairan pendingin, atau masalah teknis lainnya.
Oli yang tidak sesuai spesifikasi atau kondisinya sudah menurun juga dapat mengganggu pelumasan mesin.
Baca Juga: Kebakaran Gunung Bromo: 4 Orang meninggal dunia, 2 orang alami luka bakar
Jika indikator suhu menunjukkan kondisi tidak normal atau muncul asap dari ruang mesin, pengemudi sebaiknya menepi di tempat aman, mematikan mesin, dan mencari bantuan teknis.
6. Kecelakaan yang merusak komponen kendaraan
Benturan keras dapat merusak saluran bahan bakar, kabel, maupun komponen lain yang berhubungan dengan keselamatan kendaraan. Kerusakan tersebut berpotensi memicu kebocoran atau gangguan kelistrikan.
Meski tidak semua kecelakaan berakhir dengan kebakaran, kendaraan yang mengalami benturan berat perlu diperiksa sebelum kembali digunakan.
Baca Juga: Duduk perkara kasus Bupati Klaten dalam OTT KPK, ada uang Rp1 miliar dan 20 orang yang diamankan