GENMILENIAL.ID - Dalam era digital saat ini, hampir semua orang memiliki akses yang tak terbatas terhadap berbagai jenis konten di internet, mulai dari media sosial, video streaming, hingga berita online.
Meskipun akses informasi ini membawa banyak manfaat, penelitian terbaru menunjukkan bahwa paparan konten digital yang berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan mental.
Pengaruh Media Sosial
Salah satu sumber utama konten digital adalah media sosial. Platform seperti Instagram, TikTok, dan Twitter memungkinkan pengguna untuk berbagi momen-momen kehidupan mereka, tetapi juga dapat menimbulkan efek samping.
Baca Juga: Bagaimana memulai ide menulis? panduan bagi penulis sastra
Studi yang dilakukan oleh University of Pennsylvania pada tahun 2022 mengungkapkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan dapat meningkatkan risiko depresi dan kecemasan, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda.
Penggunaan media sosial yang tidak terkontrol sering kali menyebabkan fenomena yang disebut 'social comparison', di mana pengguna merasa bahwa kehidupan mereka tidak sebaik orang lain yang mereka lihat di platform tersebut.
Hal ini dapat menurunkan rasa percaya diri dan menyebabkan perasaan tidak puas yang berkepanjangan.
Konsumsi berita dan kesehatan mental
Tidak hanya media sosial, konsumsi berita online juga bisa mempengaruhi kondisi mental seseorang.
Dengan maraknya berita negatif, seperti konflik global, bencana alam, dan krisis ekonomi, banyak orang mengalami apa yang disebut sebagai 'news fatigue' atau kelelahan berita.
Fenomena ini ditandai dengan perasaan cemas, stres, dan bahkan putus asa setelah membaca atau menonton berita dalam jumlah besar.
Penelitian dari American Psychological Association menunjukkan bahwa konsumsi berita yang terlalu banyak, terutama berita negatif, dapat meningkatkan tingkat stres dan kecemasan.