Stres kronis akibat marah memicu pelepasan hormon stres yang bisa menekan respons imun tubuh, membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit.
Ini berarti, seseorang yang sering marah mungkin akan lebih sering sakit dibandingkan mereka yang mampu menjaga ketenangan emosional.
4. Masalah kesehatan mental
Marah yang tidak terkendali juga berdampak buruk pada kesehatan mental. Perasaan marah yang terus-menerus bisa berkontribusi pada perkembangan gangguan kecemasan, depresi, dan masalah tidur.
Selain itu, hubungan sosial yang terganggu akibat perilaku marah dapat memperburuk kondisi mental seseorang, menciptakan lingkaran setan yang sulit diatasi.
5. Dampak pada kesehatan pernapasan
Marah juga bisa memengaruhi sistem pernapasan, terutama pada individu yang memiliki kondisi seperti asma.
Emosi yang intens dapat memicu serangan asma atau memperburuk gejala pernapasan lainnya.
Ini disebabkan oleh peningkatan laju pernapasan dan penyempitan saluran napas yang terjadi saat seseorang marah.
6. Penyebab sakit kepala dan migrain
Kemarahan yang tidak terkontrol sering kali dikaitkan dengan sakit kepala dan migrain.
Peningkatan tekanan darah dan ketegangan otot akibat marah dapat memicu sakit kepala tegang atau bahkan migrain yang menyakitkan.
Orang yang sering marah mungkin juga mengalami nyeri otot di leher dan bahu sebagai akibat dari ketegangan emosional.