Imunisasi Kejar di Subang sasar perlindungan anak, Ega Anjani dorong edukasi hingga posyandu

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:42 WIB
Ketua TP PKK Kabupaten Subang Ega Anjani Reynaldy bersama anak-anak dan pengurus dalam kegiatan Bulan Imunisasi Kejar di Posyandu Flamboyan V, Desa Gunungsari, Kecamatan Pagaden, Rabu 14 Oktober 2026 (Dok. Istimewa)
Ketua TP PKK Kabupaten Subang Ega Anjani Reynaldy bersama anak-anak dan pengurus dalam kegiatan Bulan Imunisasi Kejar di Posyandu Flamboyan V, Desa Gunungsari, Kecamatan Pagaden, Rabu 14 Oktober 2026 (Dok. Istimewa)

Melalui kegiatan BIK, Ega berharap semakin banyak masyarakat memahami pentingnya imunisasi lengkap.

Peran kader di tingkat desa dan posyandu dinilai penting untuk menyampaikan informasi kepada keluarga sekaligus mendukung pelaksanaan program kesehatan.

Gunungsari punya enam posyandu

Kepala Desa Gunungsari, Andri Nugraha, menyampaikan bahwa desanya memiliki enam pos pelayanan terpadu (posyandu) yang terus dioptimalkan untuk mendukung pemantauan tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu hamil.

Baca Juga: Karhutla belum usai, Gubernur Kaltim viral di Singapura disebut nonton F1

Ia juga mengungkapkan data mengenai warga yang membutuhkan perhatian dalam pelayanan kesehatan, termasuk balita dengan gizi kurang dan ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK).

“Informasi, untuk balita gizi kurang, di Gunungsari totalnya ada sembilan, terus bumil KEK (Kekurangan Energi Kronis) yang mendapatkan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) ada lima orang,” ujarnya.

Data tersebut disampaikan dalam kegiatan yang menjadi bagian dari upaya pelayanan kesehatan masyarakat di Desa Gunungsari.

Optimalisasi posyandu diharapkan mendukung pemantauan kondisi ibu dan anak serta penyaluran layanan yang dibutuhkan.

Baca Juga: Bikin geger! Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ungkap alasan tinggalkan jabatan: Saya diminta mundur

Dinkes tekankan kolaborasi untuk mencapai target

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Dwinan Marchiawati menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam pelaksanaan kegiatan imunisasi.

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak diperlukan untuk mencapai target yang telah ditentukan.

“Kerja sama yang baik antara Dinas Kesehatan, DP2KB3A, dan Ibu-ibu PKK, karena tanpa ibu-ibu kita tidak bisa, karena kita punya target harus selesai,” ungkapnya.

Dwinan juga menekankan perlunya membangun ekosistem kolaborasi yang terintegrasi agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X