Mendengar harga yang dinilai terlalu murah, Ashal langsung menyampaikan niatnya untuk membeli cabe tersebut dengan harga yang berlaku di Medan, Sumatera Utara, sebagai bentuk empati terhadap pedagang.
Tawarkan Rp100 ribu per kilogram
Tak lama kemudian, seorang ibu penjual mendekat dan ikut mendengarkan percakapan tersebut.
“Berapa di Medan?” tanya sang ibu dengan raut wajah penuh harap.
Ashal pun langsung menawarkan harga yang jauh lebih tinggi.
“Saya kasih Rp100 ribu per kilo, saya beli dua kilo ya, Bu,” ucapnya.
Mendengar tawaran itu, sang ibu tak kuasa menyembunyikan rasa harunya.
“Alhamdulillah, terima kasih,” ucapnya lirih sambil tersenyum.
Cabe dibawa menggunakan pesawat
Ashal menjelaskan bahwa dirinya hanya mampu membeli dua kilogram cabe dari pedagang tersebut karena sebelumnya telah memborong lima kilogram di lokasi lain.
Seluruh cabe yang dibeli itu rencananya akan dibawa menggunakan pesawat.
“Kami hanya bisa beli dua kilo saja. Sebelumnya sudah bawa lima kilo, karena harus dibawa pakai pesawat,” jelasnya.
Ia pun memberi semangat kepada sang ibu agar tetap bertahan di tengah kondisi sulit.
Artikel Terkait
Terisolasi pascabencana, warga Sibolga tempuh 5 jam susuri gunung demi jemput bantuan logistik
Tak ada sinyal pascabencana, pria ini tempuh 66 kilometer jalan kaki dari Sibolga ke Tarutung demi kabarkan keluarga
Terisolir pascabanjir, warga Bonan Dolok Tapteng jalan kaki dan seberangi sungai demi jemput bantuan logistik
Tanpa bangku dan kursi, anak-anak pengungsi di Aceh Tengah tetap belajar di sekolah darurat pascabanjir
Tinggalkan lokasi bencana di Aceh Tamiang, influencer Vilmei terisak dikuatkan warga: Jangan nangis, kami bahagia
Durian murah pascabanjir, petani Tapanuli Tengah harus seberangi sungai dan jalan longsor demi bertahan hidup
Pasangan di Aceh Tamiang tetap menikah di pengungsian, Arie Untung jadi saksi tak terduga di tengah sisa banjir