Masyarakat India diserang wabah rambut rontok, warganya bisa botak dalam waktu singkat

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Sabtu, 18 Januari 2025 | 22:40 WIB
Ilustrasi rambut rontok seperti yang terjadi di India secara ekstrem (Freepik)
Ilustrasi rambut rontok seperti yang terjadi di India secara ekstrem (Freepik)

GENMILENIAL.ID - Fenomena aneh tengah melanda tiga desa di distrik Buldhana, Maharashtra, India

Dalam waktu singkat, warga di desa Borgaon, Kalwad, dan Hingna mengalami kerontokan rambut ekstrem yang menyebabkan kebotakan hanya dalam hitungan hari. 

Kejadian ini memengaruhi pria, wanita, bahkan anak-anak, dan membuat penduduk setempat panik.

Menurut laporan Economic Times, rambut penduduk di desa tersebut rontok dengan mudah, bahkan hanya dengan tarikan lembut. 

Baca Juga: Baim Wong bawa bukti baru ke sidang perceraian, usai Paula Verhoeven mengaku sulit bertemu anak-anaknya

Akibatnya, bercak-bercak kebotakan terlihat jelas di kepala mereka.

Sementara itu, Times of India melaporkan bahwa lebih dari 150 orang telah terdampak, dan sekitar 400 orang lainnya di 15 desa di wilayah Shegaon mulai merasakan gejala serupa.

Fenomena ini diawali dengan rasa gatal di kulit kepala, yang kemudian diikuti kerontokan rambut secara masif.

Dugaan penyebab kerontokan rambut

Departemen Kesehatan Maharashtra dengan sigap memulai penyelidikan untuk mengidentifikasi penyebab wabah ini. 

Baca Juga: Temani Agus Difabel pada sidang pertama, sang ibu justru pingsan dan terbentur sampai harus dilarikan ke rumah sakit

Dr. Deepali Rahekar, petugas kesehatan di Shegaon, menduga bahwa kondisi ini mungkin berkaitan dengan air yang terkontaminasi.

"Hal ini dapat terjadi karena air yang tercemar. Kami telah mengumpulkan sampel dan akan mengujinya untuk mencapai kesimpulan," ujar Dr. Rahekar.

Tim kesehatan menemukan bahwa sekitar 50 orang di desa-desa terdampak mengalami gejala serupa. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Sumber: Times of India, Economic Times

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X