Apakah tujuan Anda menabung untuk membeli rumah, mempersiapkan dana pensiun, atau hanya ingin menambah aset?
Menetapkan tujuan akan membantu menentukan jenis investasi yang sesuai dengan profil risiko dan jangka waktu yang diinginkan.
Baca Juga: Persikas mengikat Bhayangkara Presisi FC sementara pada babak pertama Pegadaian Liga 2
Sebagai contoh, jika tujuan Anda adalah untuk dana darurat atau kebutuhan jangka pendek, Anda mungkin memilih investasi yang lebih likuid dan berisiko rendah, seperti deposito atau reksa dana pasar uang.
Sebaliknya, untuk tujuan jangka panjang, saham atau properti bisa menjadi pilihan yang lebih menguntungkan meskipun risikonya lebih tinggi.
3. Kenali profil risiko Anda
Investasi selalu melibatkan risiko. Sebagai pemula, Anda perlu mengetahui seberapa besar risiko yang bisa Anda tanggung. Ada tipe investor yang agresif, moderat, dan konservatif.
Investor agresif biasanya nyaman dengan fluktuasi pasar dan lebih tertarik pada produk dengan potensi keuntungan besar, seperti saham.
Sementara itu, investor konservatif cenderung memilih investasi yang stabil dan berisiko rendah.
Jika Anda masih muda, umumnya Anda punya toleransi risiko yang lebih tinggi karena Anda punya waktu yang lebih panjang untuk pulih dari kerugian.
Namun, ini tetap tergantung pada kenyamanan pribadi Anda dengan fluktuasi pasar.
4. Mulai dari nominal kecil
Salah satu kesalahpahaman tentang investasi adalah anggapan bahwa Anda membutuhkan banyak uang untuk memulainya.
Baca Juga: Laga Pegadaian Liga 2, berikut susunan pemain Persikas vs Bhayangkara Presisi FC
Artikel Terkait
5 Hal yang harus diperhatikan dalam Investasi di pasar modal
Diduga lakukan korupsi pengelolaan dana investasi, KPK periksa petinggi PT Taspen
Bagi kepala daerah, ini 7 tips menjaga iklim investasi agar tetap kondusif
Subang ramah investasi, Pemkab Subang lakukan sosialisasi dua perda baru bagi para investor, perusahaan dan BUMD
10 langkah praktis mengatur keuangan untuk Investasi
Mengapa investasi pendidikan di era digital itu penting? simak ulasanya
Investasi pasif, seperti apa dan bagaimana memulainya?