Padahal, Anda bisa mulai dengan nominal kecil. Banyak platform investasi digital yang memungkinkan Anda berinvestasi dengan modal awal yang sangat terjangkau, bahkan mulai dari Rp10.000.
Investasi kecil-kecilan di awal akan membantu Anda mempelajari dinamika pasar tanpa perlu menghadapi tekanan besar.
Seiring berjalannya waktu dan pengalaman, Anda bisa meningkatkan jumlah investasi.
5. Diversifikasi portofolio
Pepatah 'jangan menaruh semua telur di satu keranjang' sangat relevan dalam investasi.
Baca Juga: Usai kalah di laga perdana, Persikas Subang siap bangkit di laga kandang
Diversifikasi berarti menyebar investasi Anda di beberapa instrumen yang berbeda. Ini bertujuan untuk mengurangi risiko jika salah satu investasi tidak berjalan baik.
Misalnya, jika Anda berinvestasi di saham, reksa dana, dan properti, ketika salah satu aset turun, ada peluang aset lain naik sehingga kerugian bisa diminimalisir.
6. Pilih platform investasi yang terpercaya
Seiring berkembangnya teknologi, investasi menjadi semakin mudah dilakukan melalui aplikasi atau platform digital.
Pilih platform yang terpercaya dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga: Laga tandang perdana Pegadaian Liga 2, Bhayangkara FC siap hadapi tuan rumah Persikas Subang
Pastikan platform tersebut memiliki reputasi baik dan memberikan kemudahan bagi penggunanya.
Anda juga bisa memilih untuk berkonsultasi dengan financial planner untuk mendapatkan panduan yang lebih personal sesuai kondisi keuangan Anda.
7. Konsisten dan sabar
Artikel Terkait
5 Hal yang harus diperhatikan dalam Investasi di pasar modal
Diduga lakukan korupsi pengelolaan dana investasi, KPK periksa petinggi PT Taspen
Bagi kepala daerah, ini 7 tips menjaga iklim investasi agar tetap kondusif
Subang ramah investasi, Pemkab Subang lakukan sosialisasi dua perda baru bagi para investor, perusahaan dan BUMD
10 langkah praktis mengatur keuangan untuk Investasi
Mengapa investasi pendidikan di era digital itu penting? simak ulasanya
Investasi pasif, seperti apa dan bagaimana memulainya?