Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku.
Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar--di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, 'Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauhulmahfuzh.' Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT."
2. Memperbanyak Puasa Sunah
Selain itu, kita dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunah di bulan Sya ban atau Nisfu Sya ban. Sembari kita bisa berlatih untuk menuju puasa pada bulan Ramadhan nanti.
Hadist riwayat Ibnu Majah dalam As-Sunan dan Al-Baihaqi dalam Syu'ab Al-Iman mengungkapkan Rasulullah SAW juga menyarankan Muslim untuk berpuasa ketika Nisfu Syaban.
Yang berbunyi: "Apabila tiba malam Nisfu Syaban, maka hidupkan malamnya dan berpuasalah di siang harinya."
3. Sholat Sunah
Selain itu, kita sebagai umat muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak sholat sunahketika Nisfu Sya ban seperti menunaikan seperti sholat hajat, sholat taubat, dan sholat tasbih.
4. Memperbanyak Istighfar
Pada saat malam Nisfu Sya ban, kita juga dianjurkan untuk memperbanyak Istighfar, dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Seperti dalam hadist riwayat Sayyid Muhammad bin Alawi dalam Ithmi'nanul Qulub sebagai berikut.
Yang berbunyi: "Istigfar merupakan amalan utama yang harus dibiasakan orang Islam, terutama pada waktu yang memiliki keutamaan, seperti Syaban dan malam pertengahannya."
Itulah, keutamaan malam Nisfu Sya ban.***