GENMILENIAL.ID - Shalat Idul Fitri menandai selesainya Ramadan dan memasuki bulan Syawal.
Di bulan Syawal ini, umat muslim masih bisa melanjutkan berpuasa, yakni puasa sunnah 6 hari.
Puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal ini merupakan anjuran dari sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Muslim.
“Barangsiapa puasa Ramadan, kemudian ia sertakan dengan puasa enam hari dari bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh,” (HR Muslim).
Puasa Syawal ini bisa dilakukan berturut-turut atau terpisah selama di bulan Syawal.
Lalu, bagaimana pelaksanaannya apabila kita memiliki hutang puasa Ramadan? Apakah mengganti puasa Ramadan lebih dahulu atau puasa Syawal lebih dahulu?
1. Mengganti puasa Ramadan lebih dahulu
Mengganti puasa Ramadan atau mengqadha puasa dilakukan lebih dulu dibanding puasa Syawal.
Ini bisa dilakukan oleh orang-orang yang kuat dalam menjalankan puasa, seperti yang saat Ramadan sedang haid, sakit yang sudah sembuh, dan musafir.
Baca Juga: Puasa 6 hari di bulan Syawal harus berurutan atau boleh terpisah? begini penjelasannya
Pandangan ini berdasarkan pada keyakinan bahwa amalan sunnah tidak diterima jika kewajibannya belum diselesaikan, mengingat puasa Ramadan adalah ibadah wajib.
2. Mendahulukan puasa 6 hari bulan Syawal
Boleh mendahulukan untuk puasa Syawal dibanding menqadha atau mengganti puasa Ramadan.