khazanah

Mengapa sering turun hujan saat Imlek? ini filosofi dan maknanya

Jumat, 31 Januari 2025 | 00:02 WIB
Filosofi turunnya hujan saat perayaan Imlek (freepik)

“Karena itulah, meskipun Imlek sendiri tidak memengaruhi cuaca, potensi hujan di Indonesia saat perayaan ini cukup tinggi, mengingat periode tersebut memang bertepatan dengan musim hujan," tambahnya.

Pernyataan ini juga diperkuat oleh Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, yang menjelaskan bahwa sistem penanggalan Imlek menggunakan kalender lunar-solar, yaitu kombinasi antara kalender Matahari dan Bulan. 

Hal ini menyebabkan perayaan Imlek selalu berlangsung di bulan Januari-Februari, yang bertepatan dengan musim hujan di Indonesia.

Baca Juga: Shin Tae-yong berpisah dengan eks tim pelatih Garuda di Korsel, ini momen bocil hingga fans wanita menangis gegara ditinggal coach STY

Hujan saat Imlek: Kearifan lokal di Indonesia

Menariknya, hujan saat Tahun Baru Imlek kemungkinan besar hanya terjadi di Indonesia.

Beberapa tokoh Tionghoa menyatakan bahwa di negara lain, seperti China dan sebagian besar wilayah Eropa, perayaan Imlek berlangsung saat musim dingin, di mana yang turun bukan hujan, melainkan salju.

Oleh sebab itu, keyakinan bahwa hujan di hari Imlek adalah pertanda keberkahan bisa dikatakan sebagai bentuk kearifan lokal yang berkembang di Indonesia. 

Bagi masyarakat Tionghoa di Tanah Air, hujan bukanlah rintangan dalam perayaan Imlek, melainkan sesuatu yang membawa makna positif.

Baca Juga: Geliat Ketum PSSI Erick Thohir mampir ke Belanda, dari momen pertemuan dengan KNVB hingga berjumpa Thom Haye cs

Semakin deras hujan yang turun, semakin besar keberuntungan yang diyakini akan datang.

Fenomena ini dianggap sebagai tanda awal yang baik untuk memulai tahun yang baru, dengan harapan akan mendatangkan rezeki, kesuksesan, dan kebahagiaan bagi mereka yang merayakannya.***

Halaman:

Tags

Terkini