Jamjam pun menyebut bahwa pengajian merupakan ruhnya gerakan Muhammadiyah sejak organisasi Islam ini didirikan hingga sekarang.
“Jadi majunya suatu cabang atau ranting dipastikan karena pengajian dan rapat pimpinan berjalan secara rutin,” ucap Jamjam.
“Karena dari dua momen itulah akan mengetahui, merasakan dan sekaligus mendapat solusi dari persoalan yang dihadapi oleh persyarikatan dengan anggotanya, bahkan simpatisannya,” tambahnya.
Ia pun meminta agar para kader Muhammadiyah terus menghidupkan pengajian secara terjadwal dan rapat secara teratur.
Baca Juga: Kali ketiga, Pj Bupati lantik belasan pejabat administrator dilingkup Pemda Subang, ada apa?
“Semakin penting dan strategis adanya rapat dan pengajian di tingkat ranting dan cabang itu bila dikaitkan dengan tantangan dakwah Muhammadiyah saat ini yang semakin dinamis dan kompleks,” ungkapnya.
Ia pun memaparkan bahwa ada dua tantangan abadi yang dihadapi oleh umat Islam dari zaman ke zaman, tantangan pertama kata Jamjam merupakan internal dari tubuh umat Islam sendiri.
“Seperti yang termaktub dalam QS Fathir ayat 32, dimana umat Islam dibagi tiga tingkatan yaitu, dholimu linafsih (Muslim KTP), muqtashid (Muslim Formalisrik) dan sabiqu bil khairat (Muslim yang sebenar-benarnya),” paparnya.
Sedangkan untuk tantangan kedua, lanjut Jamjam, seperti termaktub dalam QS. Albaqarah 120, Al Baqarah 217 dan surat Ash-Shaff 8.
Baca Juga: Ini daftar pemenang lomba menggambar, kreasi seni dan tahfidz pada Pekan TJSL Dahana 2024
“Dimana mereka dengan gigih dan tak pernah kenal lelah menjadikan ummat Islam sebagai musuh abadi yang harus terus dirayu agar ragu, berpaling bahkan pindah kepada millah mereka,” terangnya.
Untuk menangkal kedua tantangan tersebut, kata Jamjam, Alquran yang sudah menawarkan seperti yang termaktub dalam QS. Al Anfal 45-46 agar umat Islam qabil khusus persyarikatan tetap memiliki sikap tsabat.
“Teguh dalam pendirian yang berbasis tauhid yang memancarkan hidup yang bersahaja dan bercahaya penuh karya. Dzikrullah, mengingat Allah yang tidak dibatasi oleh ruang, waktu dan tempat,” ucap Jamjam.
Selanjutnya bisa memahami Al Quran dan Hadits yang mendalam sebagai imam dan cahaya dalam kehidupan.