karir-bisnis

Proyek UPLAND berakhir 2026, Subang siapkan keberlanjutan pertanian dataran tinggi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:15 WIB
Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi (Kang Akur) menghadiri Workshop Nasional Exit Strategy UPLAND Project untuk memperkuat komitmen keberlanjutan pembangunan pertanian dataran tinggi, di Cibubur, Rabu 14 Oktober 2026 (Dok. Istimewa)

Kang Akur menyampaikan kebanggaannya karena Kabupaten Subang dipercaya menjadi salah satu lokasi pelaksanaan UPLAND Project.

Ia menilai program tersebut telah memberikan fondasi bagi pengembangan sektor pertanian di daerahnya.

Manfaat program mencakup pengembangan sarana dan prasarana pertanian, penerapan standar Good Agricultural Practices (GAP), peningkatan nilai tambah produk dari hulu hingga hilir, serta perluasan akses pasar, baik lokal maupun ekspor.

“UPLAND Project telah memberikan fondasi yang kuat dalam mendorong pembangunan pertanian dataran tinggi di Kabupaten Subang," kata Kang Akur.

Baca Juga: Gaji terasa cepat habis? Ini tips mengatur keuangan 'in this economy'

"Program ini bukan hanya memperkuat sarana dan prasarana, tetapi juga meningkatkan kualitas budidaya, nilai tambah produk, serta akses pasar bagi para petani,” sambungnya.

Ia menambahkan, capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi antara Kementerian Pertanian dan Pemerintah Kabupaten Subang melalui Dinas Pertanian.

Kolaborasi itu dinilai mampu menghadirkan perubahan bagi pengembangan pertanian, khususnya di wilayah dataran tinggi.

Komitmen pertanian berlanjut hingga 2029

Atas nama pemerintah daerah, petani, dan masyarakat, Kang Akur menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas kepercayaan serta dukungan yang diberikan melalui UPLAND Project.

Baca Juga: Sengketa hukum di MA selesai, BYD ganti haluan pakai nama Danza untuk lini premium

Pemerintah Kabupaten Subang, lanjutnya, berkomitmen memperkuat pembangunan pertanian berbasis komoditas unggulan agar semakin tangguh, produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

“UPLAND Project menjadi salah satu upaya penting dalam mewujudkan pertanian Subang yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan melalui penguatan komoditas unggulan," ucap Kang Akur.

"Kami berharap manfaat program ini dapat terus dirasakan oleh para petani dan masyarakat, sekaligus menjadi pijakan bagi pengembangan pertanian di masa mendatang,” tambahnya.

Rangkaian workshop dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama pengembangan sistem pertanian terpadu periode 2027–2029.

Halaman:

Tags

Terkini