GENMILENIAL.ID – Berakhirnya UPLAND Project pada 2026 menjadi tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Subang untuk menjaga keberlanjutan pembangunan pertanian dataran tinggi.
Program yang telah mendukung pengembangan sarana pertanian, peningkatan kualitas budidaya, hingga perluasan akses pasar itu diharapkan tetap memberikan manfaat bagi petani setelah masa pelaksanaannya selesai.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi atau Kang Akur, saat menghadiri Workshop Nasional Exit Strategy The Development of Integrated Farming System in Upland Areas (UPLAND Project 2021–2026) di Avenzel Hotel and Convention, Cibubur, Rabu 14 Oktober 2026.
Baca Juga: Razia tempat hiburan malam Subang, 182 botol miras disita dan 75 paket sabu terungkap
Workshop yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP), Kementerian Pertanian, itu membahas penguatan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga keberlanjutan pembangunan pertanian dataran tinggi yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Keberlanjutan program setelah 2026
Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat langkah pemerintah daerah dalam mempertahankan manfaat UPLAND Project setelah proyek berakhir.
Pengembangan sistem pertanian terpadu menjadi salah satu hal yang ditekankan dalam pembahasan tersebut.
Baca Juga: Reshuffle lagi! Prabowo lantik 7 pejabat, Letjen Kristomei Sianturi jadi kepala BNPB
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Hermanto, menyampaikan pentingnya keberlanjutan program serta pengembangan sistem pertanian terpadu di wilayah dataran tinggi setelah masa proyek selesai.
Menurutnya, manfaat yang telah dirasakan masyarakat dapat menjadi modal untuk mengembangkan model pertanian terpadu di wilayah lain.
Bagi Kabupaten Subang, keberlanjutan program ini berkaitan dengan upaya mempertahankan fondasi pembangunan pertanian yang telah dibangun selama pelaksanaan UPLAND Project.
Baca Juga: KPK ungkap dugaan korupsi dana bencana BNPB, terkuak penyidikan dua klaster kasus
Dari sarana pertanian hingga akses pasar