Menteri PKP Maruarar Sirait bahkan memberikan apresiasi khusus terhadap kinerja BRI. Ia menyebut capaian KUR Perumahan BRI menjadi yang tertinggi dibandingkan perbankan lainnya.
Baca Juga: Kasus tata kelola MBG Lodewyk Pusung: Isi chat dengan istri jadi bukti yang dikantongi Kejagung
"Dalam seminggu ini kami membahas soal KUR dua kali bersama Presiden. Capaiannya yang paling tinggi dari semua KUR adalah KUR Perumahan, dan yang paling tinggi itu adalah Bank BRI," kata Maruarar dalam kesempatan yang sama.
Tak hanya itu, dalam keseluruhan pembiayaan perumahan nasional, BRI juga memegang peran strategis.
Dari total target 430.535 unit, BRI mendapat mandat pembiayaan sebesar 148.535 unit atau sekitar 34,5 persen.
Bunga rendah dorong minat masyarakat
Tingginya penyaluran KUR Perumahan tidak lepas dari skema bunga yang terjangkau.
Program ini menawarkan suku bunga sekitar 6 persen per tahun atau setara 0,5 persen per bulan, sehingga cicilan dinilai masih ringan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Menurut Hery, kondisi tersebut membuat masyarakat semakin antusias untuk memiliki hunian layak.
Ia menilai tren pertumbuhan penyaluran akan terus berlanjut hingga akhir tahun seiring meningkatnya kebutuhan rumah.
Program KUR Perumahan juga dinilai menjadi solusi konkret dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat yang sebelumnya sulit menjangkau pembiayaan formal.
Dengan dukungan perbankan seperti BRI, pemerintah optimistis pemerataan hunian layak dapat tercapai lebih cepat di berbagai daerah.
Komitmen ini sekaligus mempertegas posisi BRI sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung sektor perumahan nasional dan mempercepat realisasi Program 3 Juta Rumah sebagai agenda prioritas pembangunan.***