Baca Juga: Kasus Taufik Hidayat: 4 Lokasi penganiayaan korban YTR hingga kemungkinan ada tersangka baru
Ia menjelaskan bahwa selama ini penghimpunan zakat masih didominasi dari zakat profesi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Namun ke depan, Baznas akan memperluas jangkauan ke sektor lain seperti pertanian, perdagangan, hingga pelaku UMKM yang dinilai memiliki potensi besar.
Kolaborasi dengan BJB dan perluasan sosialisasi
Sementara itu, Kepala Bank BJB Cabang Subang Topan Nurahman mengatakan kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam kemudahan transaksi keuangan berbasis digital.
Baca Juga: Promedia Group gandeng Manava Collective perkuat pemberdayaan masyarakat dan pelatihan vokasi
“Dengan kemudahan ini, kapanpun dan dimanapun masyarakat bisa menunaikan zakatnya dan menyalurkan infak serta sedekahnya melalui BJB DIGI,” jelasnya.
Selain melalui aplikasi Digi BJB, pembayaran ZIS juga dapat dilakukan menggunakan QRIS yang bisa diakses oleh berbagai platform pembayaran digital seperti GoPay, OVO, dan DANA.
“Selain aplikasi, kita juga ada QRIS. Bank lain pun bisa dipergunakan,” ujarnya.
Untuk mendukung optimalisasi program ini, Baznas Subang akan melakukan sosialisasi bertahap melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan OPD, serta menyasar komunitas dan masyarakat luas.
Baca Juga: TRS Water, AMDK milik BUMD Subang yang didorong jadi kebanggaan warga
“Turunannya dari para UPZ ke lingkungannya, sehingga semakin menyebar dan mengakar,” kata Topan.
Dengan hadirnya layanan digital ini, diharapkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menunaikan ZIS semakin meningkat, sekaligus mendorong optimalisasi potensi zakat di Kabupaten Subang.***