Sementara untuk kemasan galon 19 liter, distribusi bahkan sudah menjangkau luar daerah seperti Cirebon dengan permintaan mencapai sekitar 200 galon per sekali order.
Baca Juga: Libur sekolah dongkrak kunjungan hingga 90 persen, rumah makan di Ciater kebanjiran pelanggan
Keterbatasan kapasitas produksi ini membuat TRS belum sepenuhnya leluasa memperluas pasar, meskipun permintaan terus berdatangan. Bahkan, sebagian besar produk yang tersedia hampir selalu habis terjual.
Target produksi mandiri dan penguatan branding
Ke depan, Perumda TRS menargetkan dapat memproduksi TRS Water secara mandiri dengan memanfaatkan sumber mata air yang dimiliki di Kabupaten Subang.
Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat daya saing produk.
Selain itu, penguatan strategi pemasaran juga menjadi fokus utama, terutama dalam membangun kesadaran masyarakat agar lebih memilih produk lokal.
Baca Juga: 4 Fakta ihwal skandal penjualan anak di Tangerang, sang ibu diduga sempat tetapkan mahar Rp14 juta
“Harapannya masyarakat Subang bisa memiliki rasa bangga dan memilih TRS Water sebagai produk utama. Ini bukan hanya soal konsumsi, tapi juga kontribusi untuk daerah,” kata Farid.
Dengan potensi pasar yang besar serta dukungan masyarakat, TRS Water diharapkan mampu berkembang menjadi produk unggulan daerah yang tidak hanya memenuhi kebutuhan air minum, tetapi juga menjadi simbol kemandirian ekonomi Kabupaten Subang.***