karir-bisnis

Generasi muda Subang diajak bertani kakao, peluang usaha terbuka lebar di pasar global

Kamis, 4 Juni 2026 | 17:54 WIB
Mugi Tenarsyah, pengusaha bibit tanaman, di lokasi pembibitan kakao di Kecamatan Ciater, Selasa 2 Juni 2026

GENMILENIAL.ID – Potensi komoditas kakao di Kabupaten Subang dinilai masih sangat besar dan belum tergarap maksimal.

Hal ini menjadi peluang sekaligus ajakan bagi generasi muda, khususnya milenial dan Gen Z, untuk mulai melirik sektor pertanian sebagai sumber penghasilan yang menjanjikan.

Pengusaha bibit tanaman sekaligus mantan manager salah satu destinasi wisata di Kabupaten Subang, Mugi Tenarsyah, mengungkapkan bahwa saat ini dirinya tengah mengembangkan ratusan ribu bibit kakao di wilayah Kecamatan Ciater.

Bibit tersebut masih berusia sekitar satu setengah bulan dan diproyeksikan siap tanam setelah mencapai usia minimal empat bulan dengan tinggi sekitar 40 sentimeter.

Baca Juga: Pengakuan penonton konser F4 Jakarta kena campak, dokter ingatkan penularan di venue

“Bibit ini berasal dari benih unggul bersertifikasi yang kami ambil dari Jember, Jawa Timur. Ini penting agar hasil ke depan benar-benar optimal,” ujar Mugi saat wawancara, Selasa, 2 Juni 2026.

Potensi kakao Subang masih terbuka lebar

Mugi menjelaskan, kebutuhan kakao baik di tingkat nasional maupun global sangat tinggi.

Produk olahan kakao seperti cokelat, minuman, hingga makanan ringan dikonsumsi oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Menurutnya, Jawa Barat termasuk Subang masih memiliki peluang besar untuk menjadi sentra kakao baru, meski saat ini belum sebesar daerah seperti Lampung atau Sulawesi.

Baca Juga: Secarik surat Sony Sonjaya untuk Nanik S Deyang, diunggah usai ditetapkan tersangka oleh Kejagung

“Permintaan pasar sangat besar. Di minimarket saja kita bisa lihat berapa banyak produk berbahan kakao. Artinya, peluang ini jangan sampai kita lewatkan,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa kondisi produksi kakao dunia, seperti di Pantai Gading dan Ghana, sedang mengalami penurunan.

Hal ini membuka kesempatan bagi daerah lain, termasuk Indonesia, untuk memperkuat posisi di pasar global.

Halaman:

Tags

Terkini