“Kami ingin membangun sistem jejaring yang memungkinkan festival lokal, living museum, creative hub, hingga program budaya berbasis komunitas dapat saling terhubung tanpa kehilangan identitas khas daerah masing-masing,” jelasnya.
Melalui konsep ini, berbagai inisiatif lokal seperti festival daerah, museum hidup, hingga ruang kreatif komunitas dapat terintegrasi dalam satu ekosistem nasional yang saling mendukung.
Hadirkan program berbasis dampak
ICF mengusung konsep 'festival berbasis dampak' yang tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga menghasilkan perubahan nyata di masyarakat.
Program-program yang dihadirkan meliputi cultural residency, placemaking, leaders talk, business matching, hingga gastro diplomacy.
Selain itu, ICF juga mendorong lahirnya rekomendasi kebijakan berbasis potensi lokal guna memperkuat pembangunan kawasan berbasis budaya dan ekonomi kreatif.
Boon pring jadi lokasi awal peluncuran
Sebagai langkah awal, kawasan Boon Pring Andeman dipilih sebagai lokasi peluncuran Indonesia Culture Festival.
Kawasan ini dinilai merepresentasikan konsep living museum berbasis komunitas yang mengedepankan konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Direktur Aktivasi Kebudayaan & Pusaka ICCN, Muhammad Anwar, menyebut Boon Pring memiliki kekuatan ekologis dan budaya yang selaras dengan visi ICF.
Baca Juga: Viral ‘pocong keliling’ resahkan warga, diduga modus teror hingga perampokan
“Boon Pring memperlihatkan bagaimana budaya, konservasi lingkungan, dan ekonomi lokal dapat tumbuh dalam satu ekosistem kawasan yang saling terhubung,” ungkapnya.
Dorong kolaborasi nasional